ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Influencer kesehatan sekaligus dokter umum, Gia Pratama mengingatkan pentingnya proses mengunyah makanan sebelum ditelan. Menurutnya, mulut dan gigi merupakan “gerbang pertama” yang menentukan bagaimana makanan diproses di dalam tubuh.
“Gigi adalah gerbang pertama yang menentukan nasib makanan di dalam tubuh. Sebelum makanan sampai ke usus, tubuh berharap makanan sudah berubah menjadi bubur kimiawi yang lembut, basah oleh air liur, bercampur enzim, dan siap diproses,” kata dr Gia dikutip Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, kebiasaan makan terlalu cepat dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat karena makanan yang masih kasar langsung masuk ke lambung tanpa proses penghancuran maksimal di dalam mulut.
ADVERTISEMENT
“Akhirnya lambung menerima raw material yang seharusnya diselesaikan di mulut. Lambung bekerja lebih berat. Asam lambung harus diproduksi lebih banyak. Gerakan lambung menjadi lebih lama,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu berbagai gangguan pencernaan seperti rasa begah, mual, panas di dada hingga gastroesophageal reflux disease atau Gastroesophageal Reflux Disease.
“Lalu muncullah rasa begah, panas di dada, mual, dan pada sebagian orang memicu Gerd,” katanya.
dr Gia menilai kebiasaan mengunyah makanan secara perlahan merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan lambung dan usus dalam jangka panjang.
“Ingatlah, tidak ada gigi di lambung. Gigi hanya ada di mulut, jadi makanlah pelan-pelan, jangan malas mengunyah, agar lambungmu bahagia,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






