ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, didorong tidak berhenti sebagai pengelola unit usaha desa. Lembaga tersebut dinilai memiliki potensi untuk naik kelas menjadi motor perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Penguatan peran BUMDes menjadi penting seiring besarnya potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan.
BUMDes dapat mengambil posisi layaknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), namun dengan cakupan yang lebih dekat dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
Truk Diduga Rem Blong Hantam Ruko di Jalur Purwakarta-Bandung
Jika BUMD mengelola aset dan potensi daerah untuk menghasilkan manfaat ekonomi, BUMDes dapat menjalankan fungsi serupa dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa. Bedanya, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat lokal.
Namun, pengembangan BUMDes tidak cukup hanya dengan menambah atau menjalankan unit usaha. Tata kelola, perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan hingga evaluasi kinerja menjadi faktor penting agar usaha yang dikembangkan tidak berjalan sporadis dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari perhatian dalam program penguatan kapasitas manajerial yang dilakukan mahasiswa di Desa Bojong Barat.
Kegiatan itu membekali pengelola BUMDes dengan pemahaman mengenai perencanaan usaha, tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, pengembangan unit bisnis, pengambilan keputusan hingga evaluasi kinerja.
Ketua kelompok mahasiswa, Adid Fadilah, mengatakan kemampuan manajerial menjadi fondasi penting untuk mengubah potensi lokal menjadi aktivitas ekonomi yang produktif.
“BUMDes bukan hanya tentang memiliki unit usaha, tetapi bagaimana usaha tersebut dikelola dengan baik. Perlu ada perencanaan, tata kelola, pengelolaan keuangan, dan evaluasi yang jelas. Dengan manajemen yang baik, potensi desa dapat kita ubah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Adid.
Menurutnya, setiap unit usaha yang dikembangkan harus disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan warga Bojong Barat. Orientasi BUMDes tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Penguatan manajemen juga diperlukan agar pengelola mampu menilai kinerja usaha yang sudah berjalan sekaligus membaca peluang bisnis baru. Dengan pola tersebut, BUMDes diharapkan lebih adaptif menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi.
Adid berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi atau penyampaian materi. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengelolaan BUMDes.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja. Apa yang didapatkan hari ini dapat menjadi bahan evaluasi dan langkah awal untuk memperkuat pengelolaan BUMDes Bojong Barat ke depannya,” katanya.
Dengan tata kelola yang lebih profesional, BUMDes Bojong Barat memiliki peluang untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Perannya bukan hanya menjalankan usaha milik desa, tetapi mengolah potensi lokal menjadi sumber pendapatan, membuka peluang usaha dan menciptakan manfaat ekonomi bagi warga.
Konsep tersebut membuat BUMDes memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi desa. Ketika BUMD menjadi instrumen penggerak ekonomi di tingkat daerah, BUMDes dapat memainkan peran serupa dalam skala yang lebih dekat dengan masyarakat.
Tantangannya kini adalah memastikan potensi tersebut dikelola secara konsisten melalui perencanaan bisnis yang matang, sumber daya manusia yang kompeten dan tata kelola yang akuntabel.
Jika mampu dilakukan, BUMDes Bojong Barat bukan sekadar menjadi pelengkap kelembagaan desa, melainkan dapat tumbuh sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






