ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Kolaborasi lintas program studi di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menghasilkan sebuah inovasi teknologi untuk untuk mendukung pengelolaan limbah peternakan dan pemanfaatan energi terbarukan. Tiga program studi, yaitu Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Sistem Informasi, bersama-sama mengembangkan aplikasi berbasis web bernama OWREN sekaligus reaktor biogas berbahan beton melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2026.
Kegiatan yang bertajuk “Pengembangan Biogas Reaktor Beton di Peternakan Cilengkrang Bandung dan Aplikasi Pendukung Berbasis Web untuk Peningkatan Efisiensi Perancangan dan Diversifikasi Jenis Reaktor” ini menyatukan tiga bidang keahlian sekaligus. Tim Teknik Kimia berperan pada aspek proses biogas dan perancangan reaktor, Teknik Sipil menangani aspek struktur dan material bangunan reaktor, sementara Sistem Informasi mengembangkan sistem digital berbasis web/mobile yang diberi nama OWREN.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Kolaborasi tiga disiplin ilmu ini lahir dari kebutuhan mitra peternak yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan keilmuan. Kegiatan ini melibatkan dua mitra, yaitu PT Anugrah Triple-Cycle yang berpengalaman dalam pembangunan dan penerapan teknologi biogas, serta Kelompok Peternak Sapi Perah Manglayang (KPSPM) sebagai mitra peternak sekaligus penerima manfaat instalasi reaktor biogas.
ADVERTISEMENT
Lahan peternakan mitra memiliki keterbatasan ruang sehingga dibutuhkan desain reaktor yang tidak sekadar berfungsi sebagai digester, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi topografi dan dapat dibangun menggunakan teknologi serta material yang relatif mudah diterapkan di lapangan. Kebutuhan inilah yang mempertemukan keahlian Teknik Kimia dan Teknik Sipil dalam merancang reaktor biogas berbasis beton.
Reaktor dirancang dengan fitur yang user-friendly, salah satunya sistem inlet pemasukan limbah ternak berbasis aliran gravitasi, berbeda dengan desain reaktor lain yang mengharuskan penggunanya mencampurkan limbah dengan air di suatu bak berpengaduk. Penggunaan beton bertulang dipilih agar reaktor memiliki ketahanan yang baik, relatif mudah dibangun oleh tenaga lokal yang telah mendapatkan pendampingan, serta dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia.
Sementara itu, peran Sistem Informasi hadir melalui pengembangan OWREN, aplikasi berbasis web yang berfungsi sebagai alat bantu digital untuk menghitung potensi biogas dan mendukung proses perancangan reaktor. Melalui aplikasi ini, parameter nyata seperti jumlah ternak, produksi limbah, kapasitas digester, dan kondisi lahan dapat dijadikan masukan untuk menghasilkan rekomendasi teknis, mulai dari dimensi reaktor, volume, hingga estimasi kebutuhan material.
Ketua tim pelaksana, Dr. Choerudin, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sinergi tiga program studi menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia didampingi anggota tim dosen Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. dari Teknik Sipil dan Asep Rizal Nurjaman, S.Kom., M.Kom. dari Sistem Informasi. Kegiatan ini juga melibatkan tujuh mahasiswa dari ketiga program studi, yaitu Aldi Muhamad Rizky, Vahira Nur Azizah, Abdul Aziz Hassan Nasrullah, Daffa Maulana Ibrahim, Muhammad Axel Syahwin, Azwa Fauziyyah Tosin, dan Zulvan Rizqi Musaffa.
Mahasiswa dilibatkan secara langsung sesuai bidang keahliannya masing-masing, mulai dari perancangan dimensi reaktor, perhitungan kebutuhan material reactor, pengembangan antarmuka dan sistem aplikasi, analisis teknoekonomik, pengujian aplikasi, hingga pengumpulan data dan dokumentasi lapangan. Pola kerja lintas program studi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menghubungkan ilmu yang diperoleh di kelas dengan permasalahan nyata di masyarakat, sekaligus melatih kemampuan bekerja sama dalam tim multidisiplin.
Pengembangan OWREN
Pengembangan aplikasi OWREN juga terus disempurnakan berdasarkan masukan dari mitra di lapangan. Dalam proses pengujian, mitra memberikan masukan terhadap formulasi dan hasil perhitungan agar keluaran aplikasi lebih logis dan mudah dipahami oleh pengguna. Salah satu konsep yang dikembangkan adalah agar pengguna dapat memasukkan jenis dan jumlah bahan baku, kemudian memperoleh estimasi produksi biogas beserta padanan energinya.

Melalui kolaborasi Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Sistem Informasi ini, Itenas tidak hanya menghasilkan satu instalasi biogas di Cilengkrang, tetapi juga membangun model teknologi yang dapat direplikasi. Reaktor beton menjadi contoh penerapan langsung di lapangan, sementara OWREN dikembangkan sebagai instrumen digital yang diharapkan dapat membantu proses perancangan reaktor pada lokasi lain dengan karakteristik yang berbeda.
Kegiatan PkM ini didanai melalui Program PkM BIMA, Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Diktisaintek. Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Diktisaintek, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itenas atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan kelompok peternak, Itenas berupaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif secara akademik, tetapi juga dapat dibangun, digunakan, dipelihara, dan direplikasi oleh masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan biogas di Cilengkrang diharapkan menjadi langkah nyata menuju pengelolaan peternakan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. (*)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






