KORAN MANDALA –Aliansi Mahasiswa Purwakarta memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat dan kalangan pemuda.
Melalui mimbar bebas di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta, mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi menyatukan pandangan sekaligus menegaskan peran mereka sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan publik.
Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Purwakarta, Muhammad Jalaludin, mengatakan mimbar bebas tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan mengingatkan pemerintah agar tetap membuka ruang bagi kritik masyarakat.
Mahasiswa Purwakarta Soroti Pengangguran dan Akses Pendidikan
“Di hari Sumpah Pemuda ini masih banyak pemuda yang mau bersuara, mengerahkan pikirannya, ataupun melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat dan juga para pemuda,” ujar Jalaludin, Jumat (30/10/2026).
Menurut Jalaludin, peringatan Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pelaksanaan mimbar bebas di depan kantor Pemda Purwakarta juga menjadi upaya mahasiswa menyampaikan pesan secara langsung kepada pemerintah. Mereka berharap kritik dan gagasan yang disampaikan mendapat perhatian serta mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan responsif.
Meski memilih mimbar bebas sebagai bentuk penyampaian aspirasi kali ini, Aliansi Mahasiswa Purwakarta tidak menutup kemungkinan menggelar aksi demonstrasi pada waktu mendatang.
Jalaludin menjelaskan, mahasiswa saat ini masih memprioritaskan konsolidasi untuk menyatukan pandangan dan menentukan arah gerakan selanjutnya.
“Yang kami inginkan saat ini adalah momentum refleksi dan menyatukan suara terlebih dahulu. Untuk agenda aksi, mungkin akan kami agendakan pada minggu-minggu lainnya,” katanya.
Sebelum kegiatan berlangsung, perwakilan tujuh perguruan tinggi telah menggelar sejumlah pertemuan untuk membahas persoalan Purwakarta dan merumuskan bentuk penyampaian aspirasi. Diskusi dilakukan di beberapa lokasi, termasuk di lingkungan kampus masing-masing.
Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pandangan di antara mahasiswa sebelum menentukan langkah lanjutan.
Melalui kegiatan ini, Aliansi Mahasiswa Purwakarta menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda juga dapat diwujudkan melalui partisipasi kritis generasi muda dalam mengawasi kebijakan publik dan menyuarakan persoalan masyarakat.
Adapun agenda gerakan selanjutnya masih dalam tahap pembahasan internal aliansi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






