KORAN MANDALA – Cabang olahraga (cabor) Tarung Drajat Kabupaten Garut mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan digelar pada November mendatang.
Sebanyak 17 atlet disiapkan untuk berlaga di 16 nomor pertandingan dengan target meraih medali sekaligus mempertahankan prestasi pada ajang sebelumnya.
Kepala Bidang Pemuda sekaligus pelatih Tarung Drajat Garut, Dian Hadiyanto, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Para atlet menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di kawasan Kerkop, Garut, selama beberapa bulan terakhir dengan jadwal latihan pagi dan sore.
“Alhamdulillah untuk persiapan kita udah jauh-jauh hari, atlet kita udah dikarantina di TC beberapa bulan.” kata Dian saat diwawancarai di Kerkop, Garut, Selasa (28/10/2026).
Dian berharap kontingen Tarung Drajat Garut mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan, perolehan medali pada Porprov 2026. Pada Porprov sebelumnya di Bekasi, cabor ini berhasil menyumbangkan empat medali emas, lima perak, dan satu perunggu.
“Porprov 2025 kemarin di Bekasi kita alhamdulillah kita mengirimkan sekitar 14 atlet dan 100 persen bawa medali,” ungkapnya.
Pada Porprov 2026, Tarung Drajat Garut akan mengikuti 16 nomor pertandingan yang terdiri atas lima nomor seni gerak, enam nomor petarung putra, dan lima nomor petarung putri.
Dian menargetkan seluruh nomor yang diikuti dapat menghasilkan medali. Dengan demikian, kontingen Garut diharapkan membawa pulang 16 medali dari keikutsertaan tersebut.
“Ya mudah-mudahan 100 persen membawa medali berarti udah 16 medali, itu target saya.” ujarnya.
Dari target keseluruhan medali, Dian secara khusus membidik empat medali emas. Dua emas diharapkan berasal dari nomor petarung putri, satu emas dari petarung putra, dan satu emas dari nomor seni gerak.
“Kalau untuk mempertahankan kemarin di empat medali emas, mudah-mudahan lebih. Itu harapan saya,” ucapnya.
Selain persiapan fisik dan teknik, Dian menaruh perhatian pada kesiapan mental para atlet. Menurutnya, kecemasan menjelang pertandingan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Karena itu, ia berupaya memberikan dukungan dan mendampingi atlet agar lebih percaya diri saat bertanding.
“Saya sendiri sebagai pelatih merangkap juga sebagai psikolog, karena atlet itu banyak kecemasannya tinggi saat-saat menghadapi. Makanya saya selalu support, selalu dampingi karena psikolog terbaik itu pelatihnya sendiri,” katanya.
Ia mengungkapkan pernah mendapat tawaran untuk dikontrak oleh DKI Jakarta, tetapi memilih menolaknya demi tetap berkontribusi bagi Garut. Menurutnya, potensi atlet Tarung Drajat Garut juga telah menarik perhatian daerah lain.
“Kalau pun saya terikat dengan uang, kemarin saya udah ditawarin oleh DKI Jakarta untuk dikontrak, saya nolak untuk membawa Garut juga,” ujarnya.
Dian menyebut dua atlet yang diandalkan untuk meraih medali emas, yakni Ainun Kuswandi di sektor putri dan Rehan di sektor putra. Ainun menjadi salah satu atlet unggulan setelah meraih medali emas pada Porprov 2023 serta sejumlah kejuaraan lainnya, termasuk ajang PON yang disebutkan dalam keterangan.
Ainun bersama atlet Tarung Drajat Garut lainnya menyatakan kesiapan menghadapi Porprov 2026. Ia menilai kemampuan mengatasi rasa lelah dan menjaga kepercayaan diri menjadi hal penting untuk menghadapi persaingan di arena pertandingan.
Denganpersiapan fisik, teknik, dan mental yang terus dimatangkan, Tarung Drajat Garut berharap dapat mempertahankan raihan empat medali emas sekaligus meningkatkan prestasi pada Porprov Jawa Barat 2026.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






