ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Selasa, 3 Maret 2026. Ada sebuah ironi yang kerap terlihat di sudut-sudut Kota Bandung selama bulan suci ini. Saat warga secara kolektif menahan lapar sejak fajar hingga senja, volume sampah rumah tangga justru sering kali melonjak.
Kantong plastik bekas takjil dan sisa makanan menumpuk di tempat pembuangan, seolah menunjukkan bahwa “puasa perut” kita justru dibarengi dengan “pesta konsumsi” yang tidak terkendali.
Memasuki hari ketiga belas, fenomena ini menjadi cermin bagi kita semua. Apakah Ramadhan ini benar-benar menjadi momen pengurangan, atau hanya sekadar memindahkan jam makan dengan porsi yang lebih serakah?
ADVERTISEMENT
Jadwal Buka Puasa 13 Ramadhan 1447 H (Bandung & Sekitarnya)
Waktu untuk berhenti sejenak dan menikmati secukupnya:
| Ibadah | Waktu (WIB) |
| Magrib (Buka Puasa) | 18.15 |
| Isya | 19.21 |
| Imsak (Rabu, 4 Mar) | 04.28 |
| Subuh (Rabu, 4 Mar) | 04.38 |
Pukul 18.15 WIB nanti, saat adzan berkumandang di antara perbukitan Bandung, cobalah untuk berbuka dengan kesederhanaan. Biarkan tubuh Anda merasakan syukur, bukan sekadar kekenyangan.
Tasawuf Ringan: Seni Membersihkan Rumah Batin
Dalam tradisi penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs), hati manusia sering diibaratkan seperti sebuah rumah. Sepanjang tahun, kita menumpuk “sampah” di dalamnya: sampah amarah, sampah dendam, sampah ambisi berlebihan, hingga sampah kecemasan.
Puasa seharusnya menjadi momen “kerja bakti” massal untuk membuang semua kotoran tersebut. Tuhan mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kebersihan jiwa:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan dia mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.” (QS. Al-A’la: 14-15)
Membersihkan sampah batin jauh lebih sulit daripada membuang sampah plastik. Ia butuh keberanian untuk mengakui bahwa di dalam diri kita masih banyak hal-hal yang sudah “busuk” dan harus segera dibuang agar cahaya Tuhan bisa masuk dengan sempurna.
Audit “Sampah” Emosional Anda
Agar transformasi diri di pertengahan bulan ini maksimal, mari lakukan langkah praktis berikut:
-
Detoks Konsumsi: Sebelum membeli sesuatu (baik itu makanan takjil atau barang diskonan), tanyakan: “Apakah saya butuh, atau saya hanya ingin memuaskan ego?” Belajarlah untuk berkata cukup.
-
Decluttering Digital: Hapus aplikasi atau berhenti mengikuti akun yang hanya memicu rasa iri, dengki, atau kecemasan. Sampah visual di layar ponsel sering kali menjadi sampah pikiran yang paling berat.
-
Mengenali “Aroma” Hati: Saat Anda merasa kesal atau marah karena hal sepele (seperti macet di jalan), sadarilah bahwa itu adalah sampah emosi yang sedang meluap. Jangan disalurkan, tapi lepaskan melalui istighfar dan napas panjang.
Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan latihan untuk menjadi manusia yang lebih ringkas dan jernih. Jangan biarkan tempat sampahmu penuh, sementara batinmu makin sesak oleh beban yang tak perlu. Mari jadikan sisa perjalanan ini sebagai waktu untuk “beberes” rumah batin kita sendiri.
Selamat berbuka puasa, warga Bandung. Semoga hati kita semakin ringan seiring dengan berkurangnya tumpukan dunia di dalam jiwa. (FMA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






