ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Anggapan air es dapat menyebabkan kegemukan masih beredar di tengah masyarakat. Padahal, air putih dingin tidak secara langsung menyebabkan obesitas atau kenaikan berat badan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, air putih murni, baik disajikan dalam kondisi hangat, suhu ruang, maupun dingin, tidak mengandung kalori.
“Jangan minum es, nanti gendut! Sering denger enggak? Kayaknya yang bikin mitos itu, dulu sekolah cuma berhenti di gerbang doang deh,” kata Budi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya yang dikutip Minggu (4/10/2026).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, air es tidak menyebabkan penumpukan lemak karena tidak memiliki kandungan kalori. Bahkan, konsumsi air putih dalam jumlah banyak tidak serta-merta membuat seseorang mengalami kegemukan.
“Es ini kan air murni, kalian minum satu galon aja enggak bakal bikin gemuk karena 0 kalori. Adanya juga bikin kembung,” jelasnya.
Namun, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan air es dengan berbagai minuman manis yang disajikan dalam kondisi dingin.
Minuman seperti kopi susu, sirup, es teler, dan es cendol memiliki kandungan gula serta kalori yang lebih tinggi. Konsumsi berlebihan terhadap minuman tersebut justru dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko gangguan metabolik.
“Nah, kecuali es yang lain kopi susu, es sirup, es teler, es cendol, dan segala macam es-es yang manis. Itu yang bisa bikin gemuk dan punya risiko diabetes,” ungkap Budi.
Dengan demikian, menurut Budi, masyarakat tidak perlu menghindari air putih dingin hanya karena khawatir akan mengalami kegemukan. Air putih tetap menjadi pilihan minuman yang rendah kalori dan dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
“Jadi saya tanya lagi nih: minuman yang paling enak, murah, sehat, apa? Air es. Ah!” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






