ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Di antara ratusan domba yang memenuhi area penjualan di kawasan Depot Amanda kurban, Kecamatan Coblong Kota Bandung, seorang pria dengan topi hitam, kemeja hitam, serta tas kecil yang menggantung di dadanya tampak berjalan perlahan menyusuri kandang.
Sesekali pandangannya mengarah ke sudut-sudut kandang, memperhatikan gerak-gerik domba satu per satu. Matanya tampak awas memastikan tidak ada hewan yang mengalami gangguan kesehatan.
Pria itu adalah Aryo (65). Di usianya yang tak lagi muda, langkahnya masih sibuk mengawasi hewan-hewan kurban yang datang dan pergi setiap musim Iduladha.
ADVERTISEMENT
Bagi Aryo, pekerjaannya bukan sekadar menjual hewan kurban. Ada tanggung jawab yang menurutnya jauh lebih besar, yakni memastikan domba yang nantinya dikurbankan benar-benar sehat dan layak.
“Perawatannya itu ekstra lumayan ya. Karena tiap hari dikontrol siang malam,” ujar Aryo saat ditemui di Depot Amanda Kurban, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, domba termasuk hewan yang cukup aktif sehingga membutuhkan pengawasan lebih intensif.
“Domba itu lincah. Suka beradu, kandangnya kadang ada yang bolong, ada yang kecepit. Kadang sakit, kadang pincang,” katanya.
Di balik ramainya pembeli yang datang menjelang Iduladha, ada pekerjaan panjang yang sering kali luput dari perhatian. Setiap hari Aryo bersama pekerja lainnya harus memeriksa kondisi fisik hewan, memperhatikan pola makan, hingga memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit.
Hal-hal kecil pun tak luput dari pengawasannya.
Menurut Aryo, rumput yang menjadi pakan domba terkadang dapat menimbulkan masalah kesehatan.
“Rumput itu ada bulu-bulu kecil. Kadang kena mata atau kena mulut. Timbul bintik-bintik, gatal. Kalau begitu langsung dipisahkan, dikarantina,” ujarnya.
Jika ada domba yang terlihat sakit, hewan tersebut langsung dipisahkan dari kandang utama agar mendapatkan penanganan khusus.
“Dirawat betul-betul sampai sehat. Yang dipersembahkan untuk kurban itu harus benar-benar sehat, tidak sakit, dan sesuai syariat,” katanya.

Target Penjualan Capai 350 ekor Domba
Di tengah proses perawatan itu, peningkatan permintaan hewan kurban mulai terasa. Namun di sisi lain, Aryo mengaku sempat mengalami kesulitan mencari pasokan domba.
“Alhamdulillah ada peningkatan walaupun dombanya masih susah cari barangnya, Karena ini kita ngambilnya dari garut, semakin banyak peminat jadi kita sistemnya kadang ada yang sudah sampai lelang” ujarnya.
Saat ini jumlah domba yang tersedia di lokasi mencapai sekitar 200 ekor dari target 350 ekor.
“Yang terjual alhamdulillah sudah sekitar setengah lebih,”ucapnya.
Ramainya pelanggan, menurut Aryo, tidak lepas dari kepercayaan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
“Di sini pelanggan sudah banyak. Sekarang juga dibantu online, difoto, dikirim, jadi orang enggak harus datang langsung,” katanya.
Suka Duka Memelihara Hewan Kurban
Namun perjalanan panjang merawat hewan kurban juga menyimpan suka dan duka yang masih membekas di ingatannya.
Menurut Aryo, salah satu hal paling berat adalah ketika hewan yang telah dibeli pelanggan justru mengalami kematian.
“Kalau dukanya itu kalau domba yang sudah terjual mati. Kan otomatis kita ganti,” ujarnya.
Ia juga masih mengingat masa sulit saat cuaca buruk menyebabkan banyak hewan mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.
“Tahun lalu itu pernah sampai 20 ekor mati. Waktu itu hujan terus. Dari Jawa dibawa pakai truk, bulunya basah. Sampai sini sakit, istilahnya masuk angin,” kenangnya.
Meski demikian, Aryo tetap bertahan menjalani pekerjaannya hingga sekarang. Ia mengaku telah berkecimpung dalam pengelolaan hewan kurban sejak sekitar tahun 1997-an.
“Petama amanda depot kurban ini dibangun saya sudah bekerja Sekitar tahun 90-an lah,” katanya.
Puluhan tahun berlalu, pergantian lahan maupun berbagai perubahan telah ia saksikan. Namun aktivitas penjualan hewan kurban tetap berjalan seperti biasanya.
Di balik ramainya transaksi menjelang Iduladha, ada sosok seperti Aryo yang setiap hari memastikan satu hal sederhana hewan yang sampai ke tangan pembeli berada dalam kondisi terbaik.
” Saya disini merawat hewan kurban sangat hati hati dan penuh keihlasan karna ada tanggung jawab prinsipnya hewan yang datang ke pelanggan berada dalam kondisi baik dan sesuai syariat islam” Pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






