ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti insiden bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai bahan evaluasi serius. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat penting agar seluruh prosedur pelayanan pasien dijalankan sesuai standar operasional guna mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihak rumah sakit telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia menyebut, keluarga pasien juga telah menyampaikan permohonan maaf karena kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman yang kemudian viral di media sosial.
“Tim dari rumah sakit sudah mengunjungi rumah pasien untuk meminta maaf. Dari pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf karena kejadian ini menjadi viral akibat kesalahpahaman,” ujar Aji.
ADVERTISEMENT
DPRD Kota Bandung Terima Audiensi Orang Tua Siswa SMAN 5, Dorong Pengawalan Kasus Tewasnya Pelajar
Aji menjelaskan, peristiwa itu bermula saat seorang ibu yang tengah mengurus administrasi menitipkan bayinya kepada tenaga kesehatan di poli anak. Namun, tenaga kesehatan tersebut tidak secara khusus bertugas menangani bayi, sehingga tugasnya menjadi terganggu.
Saat sang ibu kembali untuk mengambil bayinya, terjadi kekeliruan. Bayi tersebut diduga sempat diserahkan kepada orang lain, baik karena kelalaian maupun faktor lain.
“Tidak ada unsur penculikan atau tindakan kriminal. Ini murni kekhilafan dari tenaga kesehatan di lapangan,” tegasnya.
Kemenkes menilai kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, baik tenaga kesehatan maupun pasien. Rumah sakit diingatkan untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat, sementara keluarga pasien juga diimbau tidak sembarangan menitipkan bayi.
“Ini menjadi evaluasi agar SOP dijalankan dengan benar. Pasien juga tidak diperkenankan menitipkan anak tanpa prosedur yang jelas,” katanya.
Aji menambahkan, insiden tersebut telah diselesaikan dan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat. Pemerintah daerah, kata dia, mengapresiasi langkah cepat yang diambil pihak rumah sakit dalam menangani kasus tersebut.
Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha (27) membagikan pengalamannya melalui media sosial terkait bayinya yang nyaris tertukar. Dalam unggahannya, Nina mengaku sempat meninggalkan bayinya untuk keperluan tertentu, namun kembali karena merasa ada yang tidak beres.
Saat kembali, ia mendapati bayinya telah digendong oleh orang lain. Ia mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang digunakan.
Nina kemudian meminta penjelasan kepada perawat. Menurut keterangan yang diterimanya, perawat mengaku telah memanggilnya beberapa kali, namun karena tidak ada respons, bayi tersebut diserahkan kepada orang lain. Ia juga menyebut gelang identitas bayinya sempat digunting oleh perawat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






