Bunga-bunga tersebut disusun rapi di dalam ember dan kardus di sepanjang trotoar, menarik perhatian para pengguna jalan. Sejumlah pembeli terlihat datang silih berganti, membawa pulang kantong berisi bunga untuk keperluan Lebaran.
Namun, di tengah ramainya aktivitas tersebut, tidak semua pedagang merasakan lonjakan penjualan. Yati (64), salah satu pedagang bunga musiman, mengaku penjualannya tahun ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jelang Idulfitri, Penjualan Camilan di Bandung Naik hingga 50 Persen
“Sekarang lagi sepi, tidak seperti tahun kemarin. Mungkin kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/3/2026).
Yati mengaku datang dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat, khusus untuk berjualan menjelang Lebaran. Sejak tiba pada Rabu (18/3/2026) malam, ia membuka lapaknya tanpa henti, bahkan tidur di lokasi demi menjaga dagangannya.
“Dari Rabu malam sudah di sini, buka terus. Tidur juga di sini,” katanya.
Di lapaknya, Yati menjual berbagai jenis bunga seperti mawar, krisan, pikok, hingga sedap malam yang menjadi favorit pembeli. Selain itu, ia juga menyediakan bunga tabur yang banyak dicari untuk keperluan ziarah kubur usai Lebaran.
Meski demikian, hingga H-1 Lebaran, Yati mengaku belum berhasil mengembalikan modal yang telah dikeluarkannya sebesar Rp3,5 juta.
“Modal Rp3,5 juta, sampai sekarang belum kembali,” ungkapnya.
Ia berharap penjualan akan meningkat pada sore hingga malam takbiran, sehingga seluruh dagangannya dapat habis terjual dan ia bisa kembali ke kampung halamannya lebih awal.
“Mudah-mudahan nanti sore, apalagi H-1 ini, dagangan bisa habis,” tuturnya.