ADVERTISEMENT
KoranMandala.com –Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, meski pasar masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Rupiah dibuka naik 34 poin atau 0,20 persen ke level Rp16.428 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.462 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan stabil.
ADVERTISEMENT
Menperin Klaim Manufaktur Sumbang Investasi Lebih dari 300 Triliun Rupiah
“Rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp16.420–Rp16.500 per dolar AS, dengan kecenderungan stabil di tengah kehati-hatian pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Faktor Global: Inflasi AS
Mengutip laporan Xinhua, salah satu faktor eksternal yang memengaruhi rupiah adalah data inflasi Amerika Serikat.
Consumer Price Index (CPI) AS pada Agustus 2025 naik 0,4 persen secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan 0,3 persen.
Secara tahunan, inflasi AS tercatat 2,9 persen, sesuai proyeksi dan naik tipis dari 2,7 persen pada Juli.
Core CPI, yang mengecualikan harga pangan dan energi, juga meningkat 0,3 persen di bulan yang sama.
Data inflasi tersebut dirilis menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 September.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






