ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mendorong peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dikemas lebih kreatif dan inovatif agar dapat menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Jawa Barat, Muchsin Al Fikri, menilai momentum Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kembali sosok Rasulullah kepada generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
“Saya rasa Gen Z ini kan mereka mungkin menjadi korban propaganda dari Barat,” kata Muchsin. Saat dihubungi Senin (24/8/2026)
Menurutnya, generasi muda saat ini banyak menerima informasi melalui media digital. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengenalan terhadap sosok dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Media-media Barat menghadirkan informasi itu justru menjauhkan generasi muda ini supaya tidak kenal kepada Nabinya,” ujarnya.
Muchsin mengatakan, kegiatan Maulid Nabi selama ini cenderung diisi dengan pengajian, tablig akbar, atau kegiatan di masjid yang lebih banyak dihadiri kalangan orang tua. Karena itu, menurutnya, perlu ada pendekatan baru yang lebih sesuai dengan karakter generasi muda.
“Ini perlu kepada panitia-panitia yang sekarang masih menyiapkan peringatan Maulid Nabi, coba mungkin bisa dibentuk kegiatan yang lebih kreatif, lebih inovatif dan menjangkau kepada generasi muda itu,” katanya.
Ia mencontohkan, kegiatan Maulid dapat dikemas dengan melibatkan komunitas yang dekat dengan anak muda, sehingga pesan mengenai karakter dan sifat Rasulullah dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima.
Menurut Muchsin, pendekatan tersebut penting karena sebagian generasi muda dinilai menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
“Sebenarnya generasi muda ini korban dari era digital ini Karena dibanjiri informasi yang dihembuskan itu lebih banyak mereka konsumsi itu hal-hal yang negatif,” katanya.
Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali Rasulullah sebagai figur dan teladan bagi generasi muda.
“Ya harus kita perbaiki apalagi dalam momentum Maulid Nabi ini untuk memperkenalkan karakter atau sifat Nabi Muhammad Saw” Ujarnya
Ajak Generasi Muda Jadikan Nabi Muhammad sebagai Idola
Muchsin juga mengajak generasi muda Jawa Barat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW sebelum kemudian meneladani kehidupan beliau.
“Saya mengajak, marilah kita menjadikan momentum Maulid Nabi ini untuk kita lebih mengenal ya. Mengenal aja dulu lah, mengenal, membaca lagi siapa itu Nabi Muhammad,” katanya.
Setelah mengenal Rasulullah, ia mengajak generasi muda menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemudian setelah kita mengenal ya, itu mulai kita harus menanamkan di dalam diri kita, jadikanlah Nabi Muhammad sebagai idola. Ya idola kita,” ujarnya.
Muchsin menilai Nabi Muhammad SAW merupakan figur terbaik untuk dijadikan teladan dalam kehidupan.
“Tidak ada idola yang lebih baik ya, tidak ada idola yang lebih sempurna kecuali Nabi Muhammad gitu ya,” katanya.
Ia pun mengajak generasi muda untuk mulai meniru dan mengikuti langkah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Coba kita sekarang mulai mengidolakan Nabi Muhammad ya, kita tiru, kita ikuti ya setiap langkah kehidupan beliau. Coba kita praktikkan di dalam kehidupan sehari-hari, tidak perlu 100 persen ya, mirip gitu. Tidak perlu 100 persen harus sama,” pungkasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






