KORANMANDALA.COM –Menjelang hari kemenangan umat Islam, Idul Fitri, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan ibadah Ramadan.
Dosen sekaligus Dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung, Asep Ahmad Siddiq, menjelaskan bahwa Rasulullah memberikan teladan terkait adab dan amalan yang bisa diamalkan umat Islam sebelum melaksanakan salat Id.
Berikut poin-poin sunnah yang dapat dilakukan menjelang Idul Fitri:
Dishub Bandung Pastikan Puncak Arus Mudik di Nagreg Sudah Terlewati
1. Mandi sebelum Salat Id
Umat Islam dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Fitri. Hal ini berdasarkan riwayat dari sahabat Abdullah bin Umar yang menyebutkan bahwa beliau biasa mandi terlebih dahulu sebelum menuju tempat salat.
Menurut penjelasan Imam Nawawi, para ulama sepakat bahwa mandi sebelum salat Id hukumnya sunnah. Anjuran ini juga dianalogikan dengan mandi sebelum salat Jumat karena sama-sama melibatkan perkumpulan banyak orang.
2. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik
Sunnah berikutnya adalah mengenakan pakaian terbaik dan berhias diri saat Idul Fitri. Rasulullah tidak melarang umatnya untuk tampil rapi dan indah di hari raya, selama tidak melanggar ketentuan syariat.
Selain pakaian, penggunaan wewangian juga dianjurkan untuk menambah kesan bersih dan segar saat berkumpul bersama umat Islam lainnya.
3. Makan Sebelum Berangkat Salat Id
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri Rasulullah menganjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat. Hal ini dilakukan sebagai tanda bahwa ibadah puasa Ramadan telah berakhir.
Biasanya, Rasulullah mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat. Namun, hal ini tidak bersifat wajib, sehingga umat Islam dapat menggantinya dengan makanan atau minuman lain yang tersedia.
Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, anjuran makan sebelum salat Id bertujuan agar tidak menimbulkan anggapan adanya tambahan puasa setelah Ramadan.
4. Bertakbir dalam Perjalanan Menuju Tempat Salat
Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Fitri hingga menjelang pelaksanaan salat Id merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Takbir dapat dilakukan sejak setelah Magrib di akhir Ramadan hingga sebelum salat Id dimulai. Rasulullah juga dicontohkan bertakbir saat berjalan menuju tempat salat.
Dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 185, umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan Allah dan bersyukur setelah menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Takbir dapat dilafalkan dengan sederhana dan tidak perlu berlebihan, seperti:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.”
5. Melaksanakan Zakat Fitrah
Amalan zakat fitrah sebelum shalat idul fitri memiliki 2 fungsi: 1) tuhratan lish. shaimin minal rafats wal laghwi (mensucikan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan senda gurau); 2) tuhmatan lil masakin (memberikan makan/bekal fakir miskin). jika di tunaikan sebelum shalat idul fitri, maka zakat yang diterima (maqbul), kalau ditunaikan setelah shalat id, maka termasuk shdaqah biasa.
Melalui amalan-amalan sunnah ini, umat Islam diharapkan tidak hanya merayakan Idul Fitri sebagai tradisi, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk mensyukuri keberhasilan menjalani Ramadan dan meningkatkan kualitas keimanan.
