KORAN MANDALA – Pasar rakyat selama ini identik dengan aktivitas jual beli kebutuhan pokok. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan mendorong pasar tradisional beradaptasi.
Salah satunya terlihat di Pasar Sarijadi, Kota Bandung, yang mulai menawarkan fungsi lebih luas sebagai ruang kuliner, tempat berkumpul, hingga aktivitas kreatif.
Berada di kawasan yang dikelilingi lingkungan pendidikan dan kampus, Pasar Sarijadi memiliki peluang menarik segmen pengunjung dari kalangan mahasiswa dan pelajar.
LIPSUS 3 : Bukan Sekadar Jukir Liar, Dugaan Setoran Menguji Integritas ASN Pemkot Bandung
Tidak hanya berbelanja, pengunjung juga bisa menikmati beragam pilihan kuliner sekaligus menghabiskan waktu bersama teman.
Sejumlah tenant menyediakan makanan tradisional hingga hidangan modern dengan harga yang relatif terjangkau. Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat makan sekaligus ruang berkumpul tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Seorang mahasiswa, Dani, mengaku nyaman menghabiskan waktu bersama teman-temannya di pasar tersebut. Selain pilihan makanan yang beragam, suasana dan harga yang ditawarkan dinilai sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
“Di sini tempatnya nyaman buat nongkrong bareng teman-teman. Pilihan makanannya juga banyak dan harganya relatif murah, jadi cocok buat mahasiswa yang ingin makan enak tanpa harus mengeluarkan banyak uang,” ujar Dani, Kamis (5/11/2026).
Pendapat serupa disampaikan Syifa. Menurut dia, Pasar Sarijadi menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan tempat makan atau pusat perbelanjaan pada umumnya.
“Saya suka ke sini karena tempatnya enak buat kumpul-kumpul. Bisa makan sambil ngobrol santai sama teman-teman. Harganya juga masih ramah di kantong mahasiswa,” tuturnya.
Potensi Pasar Sarijadi tidak berhenti pada aktivitas kuliner. Pasar ini juga memiliki ruang pertemuan yang dapat dimanfaatkan untuk diskusi, pertemuan komunitas, maupun kegiatan lainnya.
Sejumlah area bahkan berpeluang menjadi ruang ekspresi kreatif melalui penyelenggaraan pameran fotografi dan kegiatan seni. Pelibatan komunitas menjadi salah satu cara untuk memperluas fungsi pasar sekaligus menarik kelompok pengunjung yang lebih beragam.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pasar rakyat memiliki peluang untuk berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Pasar tidak lagi semata-mata menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga dapat berperan sebagai ruang interaksi sosial dan kegiatan komunitas.
Dari sisi lingkungan, Pasar Sarijadi turut menerapkan pengolahan sampah organik menggunakan metode komposter. Sampah organik diolah menjadi kompos sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.
Kenyamanan pengunjung juga ditunjang area parkir yang luas dan keberadaan outlet pelayanan Samsat. Fasilitas ini membuat pasar tidak hanya menjadi tujuan berbelanja dan kuliner, tetapi juga tempat masyarakat mengakses layanan publik.
Pengembangan Pasar Sarijadi menjadi bagian dari upaya Perumda Pasar Kota Bandung sebagai badan usaha milik daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar rakyat. Pembenahan diarahkan pada peningkatan fasilitas, pelayanan, penataan lingkungan, serta pemberdayaan pedagang.
Meski demikian, pengembangan pasar dengan pendekatan gaya hidup membutuhkan konsistensi pengelolaan. Kebersihan, kenyamanan, keberagaman tenant, serta aktivitas yang melibatkan komunitas menjadi sejumlah aspek penting agar daya tarik pasar tidak hanya muncul sesaat.
Ke depan, Pasar Sarijadi berpeluang memperluas aktivitas melalui penyelenggaraan acara kuliner, pameran fotografi, kegiatan komunitas, hingga promosi melalui media sosial.
Jika dikelola secara berkelanjutan, pasar rakyat seperti Pasar Sarijadi dapat menjadi alternatif ruang publik perkotaan yang menghubungkan aktivitas ekonomi dengan kebutuhan sosial masyarakat, terutama generasi muda.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






