ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Menjadi anak pertama sering kali identik dengan tanggung jawab lebih besar. Apalagi ketika merantau demi pekerjaan. Momen Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinanti banyak pekerja justru bagi sebagian anak sulung bukan sekadar bonus tahunan, melainkan dana yang sudah “punya pos” bahkan sebelum cair.
Bagi mereka yang hidup jauh dari kampung halaman, THR bukan hanya untuk kebutuhan pribadi atau belanja Lebaran, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap keluarga di rumah.
Mirna (23) , Asal Garut kini bekerja di Bandung, mengaku sudah memiliki rencana jelas setiap kali menerima THR.
ADVERTISEMENT
“Kalau THR cair, yang pertama saya pikirkan itu orang tua. Biasanya saya kirim sebagian untuk bantu kebutuhan Lebaran di rumah. Sisanya baru saya atur buat tabungan dan kebutuhan pribadi,” ujar mirna saat diwawancara koran mandala Selasa, 3/3/2026
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Rina merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu biaya sekolah adiknya. Ia menyadari hidup di perantauan menuntut pengelolaan keuangan yang disiplin, apalagi biaya hidup di kota besar tidak sedikit.
“Kadang memang pengen pakai buat self-reward, beli barang yang diinginkan. Tapi saya selalu ingat prioritas. THR itu bukan cuma soal senang-senang, tapi juga soal berbagi dan tanggung jawab,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Okin (25) pekerja di sektor kreatif yang telah 5 tahun merantau di bandung THR justru menjadi momentum untuk menata ulang keuangan.
“Biasanya saya bagi tiga. Untuk orang tua, dana darurat, dan sedikit untuk kebutuhan Lebaran pribadi. Saya sudah tahu sebelum cair, uangnya bakal ke mana saja,” katanya.
Okin mengaku sejak awal bekerja ia terbiasa membuat perencanaan sederhana agar tidak impulsif. Ia belajar bahwa sebagai anak pertama, kehadirannya di dunia kerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi penopang keluarga.
“Merantau itu bikin kita lebih sadar arti uang. Apalagi kalau orang tua sudah mulai menua. Kita jadi merasa punya peran lebih,” tuturnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bagi banyak anak sulung di perantauan, THR bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan simbol kedewasaan dan tanggung jawab. Di tengah godaan diskon dan belanja musiman, mereka memilih menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.
Lebaran pun akhirnya bukan hanya tentang pulang kampung dan baju baru, tetapi juga tentang bagaimana jerih payah di kota orang bisa memberi arti bagi keluarga di rumah.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






