ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –TEDxPadjadjaran University 2026 sukses digelar di Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Bandung, Sabtu (4/7/2026).
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, acara berlisensi resmi TED ini menghadirkan enam TED Talks yang mengangkat beragam perspektif berbasis bukti (evidence) dan diikuti lebih dari 100 peserta yang disebut Ink Whisperers, serta dihadiri sejumlah Key Opinion Leaders (KOL) dan mitra media.
Mengusung tema “Manuscript of Transformation” dengan tagline “A Library Full of Evidence to Produce Objectivity”, TEDxPadjadjaran University 2026 mengajak peserta membangun pola pikir yang lebih kritis di tengah derasnya arus informasi dan maraknya opini yang kerap dipersepsikan sebagai fakta.
ADVERTISEMENT
Dihantui Rasa Takut Saat Cari Nafkah, Ojol Khawatir Maraknya Begal di Bandung
Licensee TEDxPadjadjaran University 2026, Rama, mengatakan tema tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin mudahnya masyarakat menyamakan opini dengan fakta, sementara bukti ilmiah dan kepakaran justru kerap dipertanyakan.
“Kami percaya bahwa transformasi tidak terjadi ketika seseorang diminta untuk mempercayai sesuatu, melainkan ketika mereka diberi ruang untuk mempertanyakan asumsi, mengevaluasi evidence, dan membangun pemahamannya sendiri,” ujar Rama.
Menurutnya, setiap TED Talk diposisikan sebagai sebuah manuscript atau naskah yang berisi gagasan, pengalaman, argumentasi, dan bukti yang dapat dipelajari serta dikritisi. Seluruh gagasan tersebut kemudian membentuk sebuah “perpustakaan” metaforis yang membantu peserta membangun pemahaman yang lebih objektif.
Selain sesi utama, penyelenggara juga menghadirkan interactive exhibition yang mengajak peserta mengeksplorasi lebih dalam tema Manuscript of Transformation melalui berbagai instalasi interaktif.
Enam Perspektif dari Berbagai Bidang
Rangkaian TED Talks dibuka oleh dua pembicara lokal, yakni mahasiswa Universitas Padjadjaran Shahira Danish dan alumnus Universitas Padjadjaran Rika Subana.
Melalui presentasi berjudul “The Richest Place on Earth”, Shahira mengajak peserta merefleksikan kuburan sebagai “tempat terkaya di dunia” karena menyimpan berbagai ide, mimpi, dan potensi yang tidak pernah diwujudkan semasa hidup.
Sementara itu, Rika Subana lewat materi “Rumah Berantakan” mengangkat budaya bertetangga sebagai refleksi mengenai bagaimana ruang privat sering kali dipengaruhi ekspektasi sosial dan penilaian lingkungan sekitar.
Empat pembicara lainnya menghadirkan perspektif dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman.
Pesulap Merah melalui sesi “Tarot” mengulas sejarah kartu tarot yang awalnya merupakan permainan di Eropa sebelum berkembang menjadi media ramalan. Ia menjelaskan belum terdapat bukti ilmiah yang membuktikan tarot mampu memprediksi masa depan, serta menguraikan konsep psikologi seperti Barnum Effect, Confirmation Bias, dan Cold Reading yang membuat banyak orang mempercayai ramalan.
Dalam sesi “Sesar Lembang”, Kiki Nasution mengingatkan bahaya ancaman yang telah lama dinormalisasi masyarakat. Ia menilai risiko yang terus hadir di sekitar sering kali justru memunculkan sikap apatis, padahal ancaman tersebut tetap nyata.
Sementara itu, Prasanti Widyasih melalui “Silent Truth” membahas menurunnya kepercayaan publik terhadap kepakaran di tengah derasnya informasi digital. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinannya dibandingkan penjelasan yang berbasis bukti dan keahlian.
Adapun M. Atiatul Muqtadir dalam sesi “Unheard Rights” menegaskan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak setiap individu, bukan sebuah privilese. Ia mengajak masyarakat lebih fokus pada substansi isu dibanding identitas pihak yang menyuarakannya.
Tak hanya menghadirkan sesi inspiratif di atas panggung, TEDxPadjadjaran University 2026 juga menyediakan Networking Session yang memberi kesempatan peserta berdialog langsung dengan para pembicara untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan perspektif.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan band serta pertunjukan interaktif dari Teater Djati yang memberikan pengalaman lebih imersif bagi seluruh peserta.
Melalui tema “Manuscript of Transformation”, TEDxPadjadjaran University berharap setiap gagasan yang disampaikan tidak berhenti sebagai presentasi semata, melainkan menjadi inspirasi yang mendorong refleksi, diskusi, serta perubahan cara berpikir masyarakat.
TEDxPadjadjaran University merupakan acara independen berlisensi resmi TED yang mengusung semangat Ideas Worth Spreading. Kegiatan ini menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, kreator, dan para pemimpin perubahan untuk berbagi gagasan yang mampu melahirkan dialog, kolaborasi, dan transformasi melalui pertukaran perspektif yang bermakna.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






