ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Pemerintah Kota Bandung mengambil sejumlah langkah antisipasi menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau yang berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas penerbangan di wilayah Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di Ring of Fire,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 7 September 2026.
ADVERTISEMENT
DPRD Bandung Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Masalah Kesehatan
Salah satu langkah yang diterapkan Pemkot Bandung adalah meminta siswa menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik. Farhan mengaku telah meninjau sejumlah sekolah dan melihat para siswa mulai menerapkan penggunaan masker.
Selain penggunaan masker, Farhan meminta abu vulkanik yang masih menempel di lingkungan sekolah setelah akhir pekan segera dibersihkan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah abu kembali beterbangan dan terhirup warga sekolah.
Menurut Farhan, meski abu di permukaan telah dibersihkan melalui penyemprotan, masih terdapat sebaran abu di udara pada ketinggian tertentu.
“Sebarannya di ketinggian antara 10.000 sampai 15.000 kaki, atau sekitar 3 sampai 5 kilometer dari permukaan,” ujarnya.
Puskesmas Diminta Siaga Hadapi ISPA
Dari sisi kesehatan, Farhan mengatakan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Puskesmas dan semua fasilitas kesehatan sudah siap siaga untuk ISPA karena memang risiko terbesarnya adalah ISPA,” katanya.
Farhan menegaskan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan penanganan.
Pemkot Bandung juga akan mengecek ketersediaan masker di pasaran, terutama di toko modern dan fasilitas penjualan alat kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penimbunan maupun lonjakan harga.
“Kita akan pastikan jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu. Saya juga akan cek stok di Dinkes,” ujarnya.
Terkait pembagian masker gratis, Farhan mengatakan Pemkot Bandung masih mempertimbangkan skema tersebut dengan melihat kondisi stok di pasaran. Menurutnya, pembelian masker dalam jumlah besar oleh pemerintah harus diperhitungkan agar tidak justru mendorong kenaikan harga.
Belum Terapkan PJJ
Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar di Kota Bandung masih berlangsung secara tatap muka. Pemkot Bandung belum memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Siswa masih diperbolehkan mengikuti pembelajaran langsung dengan menerapkan langkah perlindungan, salah satunya menggunakan masker.
Farhan memastikan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aktivitas penerbangan akan terus dipantau. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, penerbangan dari Bandung masih belum mendapatkan izin untuk kembali beroperasi.
Penyemprotan Jalan Diperluas
Untuk mengurangi risiko abu vulkanik kembali beterbangan, Pemkot Bandung juga melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan dengan tingkat lalu lintas dan aktivitas pejalan kaki yang tinggi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung Sony Bachtiar mengatakan penyemprotan diprioritaskan di sejumlah jalan protokol yang ramai dilalui masyarakat dan wisatawan.
“Hari ini kami melakukan penyemprotan di Jalan Asia Afrika, sepanjang Asia Afrika. Lalu di Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan R. E. Martadinata,” kata Sony.
Penyemprotan tidak hanya dilakukan di badan jalan, tetapi juga menyasar trotoar, dedaunan, dan pepohonan yang berpotensi menyimpan abu vulkanik.
“Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memanfaatkan sumber air dari hidran dan kolam retensi yang tersedia. Sony memastikan ketersediaan air untuk penyemprotan sejauh ini masih mencukupi.
Transportasi Jadi Alternatif
Di sektor transportasi, Pemkot Bandung berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah layanan kereta api menuju arah timur maupun barat sesuai kebutuhan.
Farhan menyebut, sejumlah calon penumpang yang penerbangannya dari Jakarta menuju sejumlah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Solo terganggu kemudian memilih melanjutkan perjalanan melalui Bandung menggunakan kereta api.
“Banyak yang dari Jakarta gagal terbang ke arah Surabaya, Jogja, Solo, kemudian naik bus ke Bandung dan dari Bandung mereka naik kereta api ke arah timur,” katanya.
Pemkot Bandung memastikan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik, kesehatan masyarakat, aktivitas sekolah, hingga transportasi akan terus dilakukan. Kebijakan lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan informasi dari instansi terkait.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






