ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Mencari nafkah di jalanan pada malam hari kini bukan sekadar soal melawan dingin atau kantuk bagi para pengemudi ojek online (ojol).
Mereka juga harus menghadapi bayang-bayang aksi begal yang disebut masih menghantui sejumlah ruas jalan di Bandung dan sekitarnya.
Rasa waswas itu membuat banyak pengemudi meningkatkan kewaspadaan setiap kali menerima pesanan pada malam hingga dini hari.
ADVERTISEMENT
Tak sedikit yang mengaku harus mempertimbangkan kembali orderan yang mengarah ke kawasan yang selama ini dikenal sepi dan dinilai rawan tindak kriminal.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (21/7/2026), sejumlah lokasi yang kerap disebut pengemudi sebagai titik yang perlu diwaspadai antara lain kawasan Jembatan Cinta, Cigondewah, Mohammad Toha, Baleendah, Majalaya, Solokan Jeruk, Sapan, Dago, hingga Ciumbuleuit.
Pada malam hari, beberapa ruas jalan di kawasan tersebut relatif lengang, minim penerangan, dan jauh dari keramaian sehingga memunculkan rasa tidak aman bagi pengendara.
Rusdi (50), seorang pengemudi ojol, mengaku selalu meningkatkan kewaspadaan saat menerima pesanan menuju wilayah-wilayah tersebut. Baginya, setiap order pada malam hari mengandung risiko yang tidak bisa dianggap sepele.
“Kalau malam saya lebih waspada. Ada beberapa jalan yang memang sering dibilang rawan, seperti Jembatan Cinta, Cigondewah, Moh Toha, Baleendah, Majalaya, Solokan Jeruk, Sapan, Dago sampai Ciumbuleuit. Kalau bisa jangan lengah, apalagi jalannya sepi,” ujar Rusdi.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap, minim penerangan, dan jarang dilintasi kendaraan membuat pengemudi rentan menjadi sasaran pelaku kejahatan. Namun, demi memenuhi kebutuhan keluarga, mereka tetap harus bekerja meski dihantui rasa cemas.
Hal serupa diungkapkan Firman (25). Ia mengaku lebih senang bekerja pada malam hari karena lalu lintas lebih lancar dan konsumsi bahan bakar lebih hemat. Namun, kenyamanan itu harus dibayar dengan risiko keamanan yang lebih besar.
“Kalau keluar malam memang lebih bahaya. Tapi jalannya lebih sepi, lebih adem, bensin juga lebih irit. Kalau siang panas, macet terus. Jadi serba salah,” katanya.
Kekhawatiran terhadap aksi kriminal membuat sebagian pengemudi mulai lebih selektif menerima pesanan, terutama jika lokasi tujuan berada di kawasan yang sepi atau mengharuskan mereka melintasi jalan minim aktivitas warga.
Bagi para pengemudi ojol, rasa aman menjadi kebutuhan yang sama pentingnya dengan penghasilan. Mereka berharap kehadiran aparat keamanan dapat lebih ditingkatkan melalui patroli rutin di titik-titik yang dinilai rawan, sehingga para pekerja yang mencari nafkah hingga larut malam tidak terus dibayangi rasa takut saat menjalankan pekerjaannya.(Wistia Adi Nurahman)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






