ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mulai mengkaji potensi bahan bakar alternatif bernama Bobibos, produk inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diklaim terbuat dari jerami.
Langkah ini ditandai dengan pembahasan lanjutan antara Ditjen Migas dan pihak pengembang untuk mematangkan rencana uji laboratorium. Pengujian tersebut menjadi tahap krusial sebelum produk dipasarkan secara luas.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, mengatakan pemanggilan pihak Bobibos merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April 2026.
ADVERTISEMENT
MANDUL DI DEPAN GAWANG! Ini Alasan Bojan Hodak Soroti Tumpulnya Lini Serang Persib Bandung
“Pemanggilan ini untuk memastikan kesiapan pengujian laboratorium serta penentuan standardisasi dan klasifikasi produk,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Noor menegaskan, pengujian ini akan menentukan apakah Bobibos masuk kategori bahan bakar nabati (BBN) atau bahan bakar minyak (BBM). Penentuan ini penting karena akan berpengaruh pada regulasi, distribusi, hingga komersialisasi produk.
Secara teknis, seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Lemigas.
“Kami minta pihak Bobibos proaktif agar proses ini berjalan akuntabel,” tegasnya.
Bobibos sendiri pertama kali diluncurkan pada 2 November 2025. Produk ini diklaim memiliki angka oktan (RON) 98, setara dengan BBM berkualitas tinggi, serta lebih ramah lingkungan karena berbasis bahan nabati.
Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, menyebut pengujian akan dilakukan secara komprehensif dan berlapis.
“Pada tahap awal, Lemigas akan menguji karakter dasar bahan bakar, mulai dari sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, hingga tingkat korosivitas,” jelasnya.
Tak hanya di laboratorium, Bobibos juga akan menjalani serangkaian pengujian lanjutan. Mulai dari uji performa mesin, emisi gas buang, hingga dampaknya terhadap komponen kendaraan.
Setelah itu, bahan bakar akan diuji langsung di jalan (road test) menggunakan kendaraan untuk mensimulasikan kondisi penggunaan nyata.
Pengujian ini mencakup aspek perjalanan, konsumsi bahan bakar, serta perawatan mesin, sekaligus menjadi bagian dari tahap sosialisasi dan uji komersialisasi.
Dengan klaim harga lebih terjangkau dan bahan baku dari limbah pertanian, Bobibos dinilai berpotensi menjadi alternatif energi baru bagi masyarakat. Namun, seluruh klaim tersebut masih harus dibuktikan melalui proses pengujian resmi pemerintah.
Hasil uji inilah yang nantinya akan menentukan apakah Bobibos layak diproduksi dan digunakan secara massal di Indonesia.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






