KORANMANDALA.COM – Sejumlah bahan pokok penting di Pasar Ciawitali, Kabupaten Garut, mulai mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Kenaikan terutama terjadi pada komoditas sayuran dan bumbu dapur dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan pantauan di Pasar Ciawitali pada Rabu, 18 Maret 2026, harga sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan tomat mengalami lonjakan cukup signifikan.
Salah seorang pedagang, Im (58), mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sekitar satu pekan terakhir, khususnya pada komoditas bumbu dapur.
PDAM Tirta Intan Garut Raih Opini WTP dari Kantor Akuntan Publik
“Kenaikan ini sudah sekitar seminggu. Cabai dan bawang-bawangan naik, begitu juga sayuran seperti tomat. Biasanya Rp8.000, sekarang jadi Rp16.000 per kilogram,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun tomat bukan kebutuhan pokok utama, permintaan dari pembeli tetap stabil meski harga mengalami kenaikan.
“Walaupun bukan kebutuhan pokok, tetap dibutuhkan. Jadi walaupun harga naik, pembeli masih ada,” katanya.
Adapun rincian harga komoditas sayuran per kilogram di Pasar Ciawitali per 18 Maret 2026 sebagai berikut:
-
Bawang merah dan bawang putih: Rp40.000
-
Cabai merah besar: Rp80.000
-
Cabai rawit merah: Rp80.000
-
Cabai hijau besar: Rp52.000
-
Cabai keriting merah dan hijau: Rp60.000
-
Kentang: Rp16.000–Rp18.000
-
Tomat: Rp16.000
Sementara itu, untuk komoditas hewani, harga yang tercatat pada hari yang sama meliputi:
-
Ayam broiler: Rp40.000 per kilogram
-
Ayam kampung: Rp70.000 per kilogram
-
Telur ayam: Rp31.000 per kilogram
-
Daging sapi: Rp140.000 per kilogram
Pedagang daging sapi, As (50), memperkirakan harga daging sapi masih berpotensi mengalami kenaikan menjelang Lebaran, meski tidak terlalu signifikan.
“Saat ini masih di Rp140.000 per kilogram. Biasanya naik sekitar Rp10.000, jadi kisaran Rp150.000. Itu tren tiap tahun,” ujarnya.
Kenaikan harga bahan pokok ini diperkirakan akan terus berlangsung seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
