KORAN MANDALA – Aktivitas harian hingga tuntutan pekerjaan membuat sebagian orang baru memiliki waktu luang untuk berolahraga pada malam hari. Kondisi ini banyak dialami masyarakat urban dengan mobilitas dan kesibukan pekerjaan yang padat.
Tidak sedikit pula yang memilih pergi ke pusat kebugaran (gym) saat larut malam, bahkan hingga melewati pukul 12 malam. Lantas, apakah kebiasaan tersebut aman bagi kesehatan dan metabolisme tubuh?
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, memberikan pandangannya terkait kebiasaan olahraga tengah malam. Ia menilai malam hari secara alami merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan pemulihan.
“Dibilang nggak bagus, kurang bagus. Fact, kurang bagus. Malam itu waktu untuk beristirahat dan untuk recovery. Nggak usah diperdebatkan lagi itu,” ujar dr. Tirta dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Senin (5/10/2026).
Meski demikian, dr. Tirta tidak memungkiri adanya kondisi khusus bagi sebagian orang, seperti pekerja shift malam atau mereka yang memiliki mobilitas sangat tinggi. Bagi kelompok tersebut, olahraga pada malam hari sering kali menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia.
Menurutnya, tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap rutinitas dan kondisi lingkungan. Karena itu, olahraga malam tetap menjadi pilihan bagi mereka yang memang tidak memiliki waktu pada siang atau sore hari.
“Cuma ada beberapa orang yang shift malam dan ada waktunya cuma malam. Ya kalau tubuhmu sudah adaptasi, ya your choice,” tutur dia.
dr. Tirta menambahkan, waktu olahraga setiap orang juga dipengaruhi kondisi dan kesibukan masing-masing. Tidak semua orang dapat berolahraga pada pagi, siang atau sore hari sehingga memilih malam sebagai waktu olahraga.
“Karena ingat, walaupun tubuh kita itu recover saat malam, manusia itu adalah makhluk yang paling bisa beradaptasi dengan kondisi sekitarnya. Jadi ada beberapa kondisional yang membuat manusia itu tidak bisa nge-gym di pagi, sore, siang, ya mungkin karena kesibukan,” jelas dr. Tirta.
Meski tubuh mampu beradaptasi, dr. Tirta mengingatkan adanya konsekuensi dari olahraga yang dilakukan terlalu larut malam, terutama terhadap proses pemulihan tubuh.
“Sehingga dia nge-gym-nya di tengah malam. Cuma manfaat nge-gym tengah malam itu akan membuat recover tubuh telat. Karena hormon growth itu munculnya saat malam, saat tidur,” papar dia.
Karena itu, jika memungkinkan, dr. Tirta menyarankan olahraga dilakukan pada waktu yang lebih awal, seperti sore atau menjelang malam. Menurutnya, pilihan waktu tersebut dapat membantu tubuh tetap memiliki waktu untuk beristirahat.
“Makanya saya tuh kalau nge-gym ya habis magrib atau ya sebelum magrib. Cuma kan itu privilege. Ada beberapa orang yang sampai rumah baru jam 9, jam 10 malam. Kalaupun dipaksa banget tengah malam, ya enggak usah nge-push,” pungkas dr. Tirta.
