ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Jalan kaki sebanyak 3.000 langkah sehari dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung, tanpa harus mengejar target 10.000 langkah.
Dokter sekaligus influencer kesehatan dr Adam Prabata mengungkapkan, manfaat berjalan kaki bagi kesehatan jantung sudah dapat diperoleh meski jumlah langkah harian jauh di bawah 10.000.
Menurut dr Adam, angka 10.000 langkah selama ini kerap dianggap sebagai standar untuk menjaga kebugaran. Namun, ia tertarik menelusuri lebih jauh anggapan tersebut melalui berbagai literatur ilmiah.
ADVERTISEMENT
“Apakah 10.000 langkah per hari itu mitos? Angka 10.000 langkah sering terdengar seperti standar emas hidup sehat, selalu didengungkan di mana-mana. Jadi gue mulai tertarik cari literatur soal ini karena banyak orang jadi takut mulai bergerak, hanya karena merasa targetnya terlalu tinggi,” ujar dr Adam Prabata, dikutip Minggu (27/9/2026).
Berdasarkan penelusurannya terhadap berbagai studi ilmiah, dr Adam menemukan bahwa manfaat terhadap kesehatan jantung dapat mulai terlihat pada jumlah langkah yang lebih rendah.
“Nah ternyata menarik hasilnya! Ternyata ada penelitian yang bilang bahwa penurunan risiko kematian karena sakit jantung sudah mulai terlihat sejak sekitar 3.000 langkah per hari. Bukan 10.000. Penelitian lain menunjukkan bahkan manfaatnya sudah ada di kisaran 2.500-3.000 langkah per hari,” kata dia.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak perlu langsung memaksakan diri mencapai 10.000 langkah untuk mulai mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik.
“Berjalan kaki bisa bermanfaat karena meningkatkan aliran darah ke otak, memperbaiki sensitivitas insulin, menurunkan inflamasi sistemik, dan mendukung kesehatan pembuluh darah,” kata dr Adam.
Target 2.500 hingga 3.000 langkah per hari dapat menjadi titik awal bagi orang yang belum terbiasa aktif bergerak. Jumlah tersebut bisa ditingkatkan secara bertahap seiring terbentuknya kebiasaan aktivitas fisik.
Dengan begitu, aktivitas berjalan kaki dapat dimulai dari target yang lebih realistis dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, tanpa harus menjadikan 10.000 langkah sebagai satu-satunya patokan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






