KORAN MANDALA – Penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat. Kondisi ini turut mendorong kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya yang praktis dan mudah digunakan. Salah satu layanan yang ikut berkembang adalah Home Charging Services (HCS) milik PT PLN (Persero).
Hingga Juni 2026, PLN mencatat lebih dari 92 ribu pelanggan telah menggunakan layanan Home Charging untuk mengisi daya mobil listrik dari rumah. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PLN juga mendapatkan 21.865 pelanggan baru, atau tumbuh 9,04 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 20.053 pelanggan.
Melalui Home Charging Services, pemilik mobil listrik dapat mengisi daya langsung dari rumah tanpa harus selalu mencari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pengguna bisa mengisi baterai ketika mobil berada di rumah dan menyiapkannya sebelum kembali beraktivitas.
Tak Cukup Angkut Sampah ke TPA, DPRD Bandung Dorong Target Pengurangan yang Bisa Diukur
Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan mobil listrik sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung. Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya kendaraan.
Konsumsi Listrik Home Charging Ikut Meningkat
Pertumbuhan Home Charging tidak hanya terlihat dari jumlah pelanggan. PLN juga mencatat peningkatan konsumsi listrik yang digunakan untuk mengisi daya mobil listrik melalui layanan tersebut.
Sepanjang Semester I 2026, konsumsi listrik Home Charging mencapai 110,55 gigawatt hour (GWh). Angka tersebut melonjak 93,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencapai 57,12 GWh.
Lonjakan konsumsi tersebut menunjukkan pelanggan semakin aktif memanfaatkan Home Charging. Pemilik mobil listrik dapat mengisi baterai ketika kendaraan terparkir di rumah, termasuk pada malam hari saat mobil tidak digunakan.
Kebiasaan tersebut membuat pengguna dapat menyesuaikan waktu pengisian daya dengan aktivitas sehari-hari. Pengguna juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap SPKLU untuk kebutuhan pengisian rutin.
Home Charging Lengkapi Infrastruktur SPKLU
PLN terus mengembangkan Home Charging sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik bersama dengan pembangunan SPKLU. Kedua fasilitas tersebut memberikan pilihan berbeda bagi pengguna mobil listrik sesuai kebutuhan.
Home Charging dapat digunakan untuk pengisian rutin di rumah, sedangkan SPKLU memberikan kemudahan bagi pengguna ketika bepergian atau melakukan perjalanan jarak jauh.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik perlu diikuti dengan penyediaan layanan pengisian daya yang mudah, praktis dan andal. Karena itu, PLN terus memperkuat infrastruktur pengisian daya untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
HCS Ultima Hadir hingga Akhir 2026
PLN juga menawarkan program HCS Ultima untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan layanan Home Charging. Program tersebut menyediakan harga khusus pemasangan Home Charging mulai dari Rp11,7 juta.
Selain harga pemasangan khusus, pelanggan juga mendapatkan voucher listrik hingga Rp1,3 juta serta diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
PLN memberlakukan program HCS Ultima hingga 31 Desember 2026. Masyarakat dapat mengajukan layanan tersebut melalui aplikasi PLN Mobile. Program tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang sudah menggunakan mobil listrik maupun calon pengguna yang ingin menyiapkan fasilitas pengisian daya di rumah.
Jawa Barat Punya Potensi Besar
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang berpotensi besar dalam perkembangan mobil listrik. Tingginya aktivitas masyarakat dan mobilitas di kawasan perkotaan membuat kebutuhan terhadap fasilitas pengisian daya semakin penting.
Penguatan infrastruktur pengisian daya juga membantu masyarakat beralih ke mobil listrik tanpa hanya mempertimbangkan harga dan teknologi kendaraan. Ketersediaan fasilitas pengisian yang mudah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kenyamanan pengguna.
Kota Bandung tercatat sebagai daerah dengan jumlah pelanggan Home Charging terbanyak di Jawa Barat. Hingga Agustus 2026, pelanggan Home Charging di Bandung mencapai 1.497 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Bogor dengan 1.146 pelanggan dan Gunung Putri dengan 1.058 pelanggan.
Dengan bertambahnya pelanggan Home Charging dan penguatan jaringan SPKLU, PLN terus membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih lengkap. Perkembangan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat mempertimbangkan mobil listrik sebagai salah satu pilihan transportasi. (Raul Krishnandi)
