ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Mabuk perjalanan atau kinetosis masih menjadi keluhan umum saat bepergian, terutama menjelang musim mudik Lebaran. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti pusing, mual, hingga muntah yang dapat mengganggu kenyamanan selama perjalanan.
Dokter umum sekaligus konten kreator kesehatan, Cecep Hermawan, membagikan sejumlah tips sederhana untuk meredakan gejala tersebut.
“Daripada terus menghirup minyak angin, ada dua titik yang bisa ditekan untuk membantu mengurangi mual dan pusing,” ujarnya melalui akun Instagram, Kamis (19/3/2026).
ADVERTISEMENT
Jurig Bandung Tegaskan Komitmen Jaga Citra, Ajak Wisatawan Tetap Aman Berkunjung ke Asia Afrika
Teknik Pijat untuk Redakan Mabuk Perjalanan
1. Titik belakang telinga
-
Cari lekukan di belakang cuping telinga
-
Pijat memutar dengan tekanan sedang
-
Lakukan selama 1–3 menit
-
Posisi mata melihat ke depan atau terpejam
“Pijatan ini membantu menenangkan saraf keseimbangan di tubuh,” jelasnya.
2. Titik pergelangan tangan
-
Ukur tiga jari dari pergelangan tangan
-
Tekan bagian tengah dengan cukup kuat
-
Tahan selama 2–3 menit tanpa diputar
-
Tarik napas dalam hingga perut mengembang
“Titik ini membantu meredakan kontraksi lambung yang memicu rasa mual,” tambahnya.
Penyebab Mabuk Perjalanan
Cecep menjelaskan, mabuk perjalanan terjadi akibat ketidaksinkronan sinyal antara mata dan telinga bagian dalam.
“Telinga merasakan gerakan, tapi mata melihat sesuatu yang diam, misalnya layar ponsel. Ini membuat otak bingung,” ungkapnya.
Tips Mencegah Mabuk Perjalanan
Untuk mencegah kinetosis, ia menyarankan beberapa langkah berikut:
-
Hindari bermain ponsel saat kendaraan bergerak, dan fokus melihat ke arah jalan
-
Perhatikan posisi duduk, usahakan searah dengan laju kendaraan
-
Jaga kondisi perut, tidak kosong namun juga tidak berlebihan, serta hindari makanan pedas dan berlemak
-
Atur sirkulasi udara, buka jendela jika memungkinkan atau gunakan aromaterapi mentol
“Kalau bau di kendaraan bikin enek, udara segar bisa membantu meredakan,” katanya.
Kapan Harus ke Dokter?
Cecep mengingatkan agar segera mencari bantuan medis jika gejala semakin parah.
“Kalau muntah terus sampai lemas atau dehidrasi, atau pusing masih berlanjut setelah perjalanan, sebaiknya periksa ke dokter,” pungkasnya.
Dengan memahami penyebab dan cara penanganannya, pemudik diharapkan bisa menjalani perjalanan dengan lebih nyaman dan aman hingga sampai tujuan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






