KORAN MANDALA – Akses jalan di Tanjakan Cirangin, Kampung Cirangin, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, terputus total setelah sebuah truk kontainer terguling pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Kecelakaan tunggal itu terjadi saat truk melintasi tanjakan yang cukup curam. Kendaraan diduga kehilangan tenaga ketika hendak menanjak hingga akhirnya bergerak mundur dan terguling menutup badan jalan.
Seorang warga di sekitar lokasi, Asep, mengatakan truk diduga tidak mampu melewati tanjakan karena pengemudi belum mengetahui kondisi medan.
Sanitasi Masih Jadi Masalah di Antapani, DPRD Bandung Dorong Penanganan Berbasis RW
Saat kendaraan mulai mundur, sopir disebut panik dan memilih menyelamatkan diri dengan melompat dari kendaraan.
“Informasinya mobil itu tidak kuat nanjak, mungkin sopirnya belum tahu medan. Karena tidak kuat, akhirnya mobil mundur dan sopirnya ketakutan lalu loncat,” ujar Asep.
Truk yang terguling membuat seluruh badan jalan tertutup. Kendaraan dari kedua arah pun tidak dapat melintas sehingga aktivitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut terganggu.
Menurut Asep, kendaraan roda empat terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Sementara itu, kendaraan roda dua masih memiliki kemungkinan untuk melewati akses tersebut.
“Kalau untuk kendaraan roda empat memang total tidak bisa lewat. Harus berputar sekitar 16,5 kilometer, sedangkan kendaraan roda dua masih bisa lewat,” katanya.
Jalur Tanjakan Cirangin diketahui menjadi salah satu akses yang menghubungkan wilayah Cibatu dengan kawasan Cikampek dan Kopo.
Karena itu, tergulingnya truk tidak hanya menyebabkan kendaraan tertahan di sekitar lokasi, tetapi juga memaksa pengguna jalan mengubah rute perjalanan.
Di tengah kondisi jalan yang masih tertutup, warga menunggu proses evakuasi truk. Asep menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian, proses evakuasi diperkirakan dilakukan setelah Jumat.
“Untuk evakuasinya tadi saya tanyakan ke polisi, informasinya sekitar setelah Jumat,” ujarnya.
Meski truk terguling hingga menutup akses jalan, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Pengemudi juga berhasil menyelamatkan diri sebelum kendaraan akhirnya terguling.
“Kalau korban tidak ada, Alhamdulillah tidak ada,” kata Asep.
Hingga truk berhasil dievakuasi, pengguna kendaraan roda empat yang hendak melintasi Tanjakan Cirangin diimbau menggunakan jalur alternatif.
Penutupan akses tersebut membuat perjalanan harus memutar hingga kendaraan dapat dipindahkan dari badan jalan.
