ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Rasa aman keluarga pasien di Rumah Sakit Rama Hadi Purwakarta dipertanyakan setelah dugaan pencurian telepon genggam terjadi di salah satu ruang perawatan.
Peristiwa yang disebut berlangsung pada malam hari itu membuat keluarga pasien khawatir, terlebih mereka berada di rumah sakit untuk menjaga kerabat yang sedang menjalani pengobatan.
Dugaan pencurian tersebut disebut terjadi sekitar pukul 23.44 WIB. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diterima wartawan memperlihatkan seseorang diduga memasuki area ruang perawatan ketika kondisi ruangan tampak tenang.
ADVERTISEMENT
Razia Miras di Garut, Polisi Sita 109 Botol dari Sejumlah Penjual
Beberapa waktu kemudian, keluarga pasien menyadari telepon genggam yang sebelumnya berada di sekitar tempat tidur telah hilang.
Salah seorang korban berinisial A mengatakan, saat kejadian terdapat dua telepon genggam yang disimpan di lokasi berbeda. Satu unit milik orang tuanya yang sedang menjalani perawatan dan diletakkan di bawah bantal. Sementara satu unit lainnya milik penjaga pasien dan sedang diisi daya di samping tempat tidur.
“Kami benar-benar tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi di dalam ruang perawatan. Fokus kami saat itu hanya menjaga orang tua yang sedang sakit, bukan mengkhawatirkan barang bawaan bisa hilang,” ujar A.
Korban baru menyadari kehilangan tersebut sekitar pukul 01.00 WIB setelah terbangun. Pencarian kemudian dilakukan di sekitar ruangan, tetapi kedua telepon genggam tersebut sudah tidak ditemukan.
Dua ponsel yang dilaporkan hilang masing-masing merupakan Infinix Note 50 kapasitas 8/256 GB dan Infinix Hot 40i.
Kekhawatiran semakin bertambah setelah korban mendapat informasi bahwa penghuni kamar di sebelahnya juga dikabarkan mengalami kehilangan telepon genggam pada malam yang sama.
Informasi tersebut memunculkan dugaan adanya lebih dari satu korban. Namun, jumlah pasti perangkat yang hilang maupun keterkaitan antarperistiwa tersebut belum dapat dipastikan.
“Kalau memang benar ada beberapa korban dalam satu malam, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Rumah sakit adalah tempat orang mencari kesembuhan, sehingga rasa aman bagi pasien maupun keluarga juga seharusnya menjadi prioritas,” kata A.
Dugaan pencurian tersebut menjadi perhatian karena terjadi di ruang perawatan yang seharusnya menjadi tempat pasien dan keluarga dapat beristirahat dengan relatif aman. Bagi keluarga pasien yang berjaga hingga larut malam, kehilangan barang pribadi bukan hanya persoalan kerugian materi, tetapi juga menyangkut rasa aman selama berada di lingkungan rumah sakit.
Korban berharap sistem keamanan di lingkungan rumah sakit dapat diperketat. Pengawasan petugas maupun pemantauan CCTV dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa sekaligus membantu mengungkap apabila terjadi tindak pidana.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, korban mengaku belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Artinya, dugaan pencurian tersebut sejauh ini masih berdasarkan keterangan korban dan rekaman CCTV yang diterima wartawan.
Di sisi lain, pihak RS Rama Hadi Purwakarta belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pencurian tersebut, termasuk terkait langkah pengamanan maupun tindak lanjut atas informasi adanya kehilangan barang milik pasien atau keluarga pasien.
Ketiadaan penjelasan resmi membuat sejumlah pertanyaan mengenai keamanan lingkungan ruang perawatan masih belum terjawab. Apalagi, jika informasi mengenai adanya korban lain pada malam yang sama nantinya dapat dikonfirmasi.
Bagi keluarga pasien, persoalan keamanan menjadi bagian penting dari kenyamanan selama menjalani proses pengobatan. Mereka tentu berharap rumah sakit bukan hanya menjadi tempat mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga lingkungan yang memberikan rasa aman bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






