KORAN MANDALA – Pengamat ekonomi Universitas Insan Cendekia Mandiri (UICM) Bandung, Deni Rizky, berharap momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi refleksi agar kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara formalitas.
Menurut Deni, kemerdekaan seharusnya turut diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keadilan, khususnya di Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk besar.
“Yang kita harapkan ketika terjadi kemerdekaan, kita tidak hanya merdeka formalitas saja. Tapi kita betul-betul merdeka dalam artian merdeka di sini misalkan kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan lain sebagainya itu tinggi,” kata Deni.
Ia menilai kondisi ekonomi yang mengalami berbagai guncangan, kebijakan pemerintah, hingga banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) turut berdampak terhadap tingkat pengangguran.
“Terutama kalau kita berbicara di Jawa Barat, karena Jawa Barat kan penduduknya cukup banyak. Nah, ini juga ketika terjadi guncangan ekonomi, kebijakan-kebijakan pemerintah, banyaknya PHK, apalagi sekarang adanya pengangguran yang tinggi, terutama di sektor kelulusan sarjana, banyak juga,” ujarnya.
Deni berharap pemerintah Jawa Barat dapat menghadirkan kebijakan yang mampu memperkuat perekonomian sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Bahkan ke depannya, pada HUT RI ini tentunya semoga Jawa Barat yang saya harapkan benar-benar sejahtera masyarakatnya, ya. Baik dari pendapatan, kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.
Ia menekankan perlunya kebijakan pemerintah yang mampu mengakomodasi kebutuhan perekonomian Jawa Barat. Menurutnya, pengelolaan ekonomi di provinsi tersebut memiliki tantangan yang cukup kompleks, termasuk persoalan penyerapan tenaga kerja.
“Itu yang saya harapkan dari kebijakan pemerintahnya yang bisa meng-cover perekonomiannya. Itu yang kita harapkan untuk Jawa Barat. Karena Jawa Barat ini pengelolaan ekonominya cukup kompleks,” tuturnya.
Lebih lanjut, Deni mengatakan tingginya PHK juga berkaitan dengan kemampuan sektor pekerjaan dalam menyerap sumber daya manusia yang tersedia di Jawa Barat.
“Memang ini akan memengaruhi juga pengangguran dari PHK karena tidak dapat menyerap sumber daya kerja yang ada di Jawa Barat,” ucapnya.
Karena itu, ia mendorong adanya keselarasan antara kebutuhan dunia kerja dengan pendidikan. Menurut Deni, langkah tersebut penting agar lulusan pendidikan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia.
“Jadi solusinya memang ke depannya Jawa Barat harus mempersiapkan antara pekerjaan dan kebutuhan dalam pendidikannya,” pungkasnya
