ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Book Sale untuk pertama kalinya digelar di Bikasoga, Kota Bandung.
Kehadiran pameran tersebut menarik perhatian masyarakat yang berburu buku dari berbagai kategori, mulai dari buku anak, novel, pengembangan diri, hingga buku nonfiksi dengan beragam pilihan harga.
Sebelumnya, BBW lebih sering diselenggarakan di lokasi lain di Bandung. Pemindahan lokasi ke Bikasoga diharapkan dapat memberikan alternatif destinasi edukatif sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap buku bacaan.
ADVERTISEMENT
Rafih: Penebangan Pohon dan Proyek Tanpa Izin Cerminkan Lemahnya Pengawasan Pemkot Bandung
Salah seorang panitia BBW yang enggan disebutkan namanya mengatakan, penyelenggaraan tahun ini melibatkan panitia lokal bersama tim BBW Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan buku, tetapi juga bertujuan mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat.
“Pengunjungnya beragam. Ada yang memang datang khusus mencari buku, ada juga keluarga yang membawa anak untuk bermain sekaligus mengenalkan kebiasaan membaca. Soal harga dan diskon disesuaikan dengan kebijakan masing-masing penerbit atau penjual,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan BBW dapat terus berlangsung secara rutin di Bandung sehingga mampu mendorong peningkatan budaya literasi di masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Bagas (36), mengaku antusias dengan penyelenggaraan BBW di Bikasoga. Menurutnya, koleksi buku tahun ini lebih beragam, terutama untuk kategori buku anak yang dinilai lebih banyak dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
“Secara keseluruhan bagus, pilihannya banyak. Justru karena terlalu banyak, saya jadi bingung memilih karena anggaran juga terbatas,” kata Bagas saat ditemui di lokasi, Selasa (4/8/2026).
Bagas menilai sebagian besar buku yang dipasarkan merupakan terbitan dalam beberapa tahun terakhir sehingga koleksinya terasa lebih baru. Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya terkait informasi harga.
“Di promosi disebutkan ada buku seharga Rp25 ribu, Rp50 ribu, sampai Rp75 ribu. Namun setelah masuk, ternyata cukup banyak juga buku yang harganya di atas Rp100 ribu. Jadi ekspektasinya sedikit berbeda,” ujarnya.
Selain itu, Bagas mengapresiasi penataan area pameran yang dinilai cukup nyaman karena jarak antarstan tidak terlalu rapat sehingga pengunjung lebih leluasa saat memilih buku. Namun, ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menggunakan ruangan berpendingin udara agar pengunjung tetap nyaman, terutama ketika jumlah pengunjung meningkat pada akhir pekan.
Ia memperkirakan jumlah pengunjung akan bertambah menjelang akhir pekan. Menurutnya, penyelenggara juga dapat mempertimbangkan penyediaan peta lokasi stan serta menambah variasi kategori buku agar pilihan bacaan semakin beragam.
Hadirnya Big Bad Wolf Book Sale di Bikasoga menunjukkan pameran buku masih memiliki daya tarik di tengah perkembangan era digital. Selain menawarkan berbagai pilihan buku, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mendorong minat baca dan memperkuat budaya literasi di Kota Bandung.
Jika diinginkan, saya juga bisa Edit the text with a style typical of Kompas.com, Detik, atau Tribun, sekaligus Optimize the text for SEO. (Wistia Adi Nurahman/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






