KORANMANDALA.COM –Taman Wisata Edukasi Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, menjadi salah satu destinasi favorit selama libur Hari Raya Idulfitri 2026. Lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak H+1 Lebaran dan terus berlanjut hingga beberapa hari setelahnya.
Momen libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Sejumlah objek wisata di Garut pun mengalami peningkatan kunjungan, mulai dari wisata alam hingga wisata edukasi.
Selain Gunung Papandayan, Gunung Guntur, dan pemandian air panas, Taman Satwa Cikembulan menjadi salah satu primadona wisata di Kabupaten Garut. Lokasinya berada di Kampung Jati, Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora.
Bupati Garut Genjot Koperasi Merah Putih, Tekankan Ekosistem Bukan Sekadar Formalitas
Humas Taman Satwa Cikembulan, Wili, mengatakan kepadatan pengunjung sudah terjadi sejak Hari H Idulfitri dan terus berlangsung hingga beberapa hari berikutnya. Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah total pengunjung karena masih dalam proses rekapitulasi.
“Kepadatan pengunjung sudah dimulai sejak H+1 Idulfitri, bahkan sampai Jumat kemarin masih padat. Untuk jumlah pastinya kami belum bisa sampaikan karena masih dalam proses rekap data,” ujar Wili, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, Taman Satwa Cikembulan merupakan satu-satunya destinasi wisata edukasi satwa di Garut. Oleh karena itu, pihak pengelola mendorong lembaga pendidikan untuk memanfaatkan tempat ini sebagai sarana pembelajaran.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai jenis satwa, tetapi juga mengikuti program edukasi dan kunjungan lapangan yang disediakan bagi pelajar maupun masyarakat umum.
“Program edukasi ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mengenalkan satwa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menjaga kelestarian satwa,” katanya.
Taman Satwa Cikembulan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dengan harga tiket masuk sebesar Rp30.000 untuk anak-anak maupun dewasa.
Selama libur Lebaran, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Garut, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta dan Purwokerto.
Salah seorang pengunjung asal Purwokerto, Edel (17), mengaku terkesan dengan keberadaan taman satwa tersebut. Ia menilai tempat ini memberikan pengalaman edukatif, khususnya bagi anak-anak.
“Saya baru pertama kali ke sini karena libur Lebaran. Menurut saya tempatnya bagus, anak-anak jadi bisa melihat langsung satwa yang sebelumnya mungkin hanya diketahui dari cerita,” ujarnya.
Ia berharap ke depan koleksi satwa di Taman Satwa Cikembulan dapat terus ditambah agar semakin menarik minat pengunjung.
