ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai mempersiapkan sejumlah posko untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Garut, Ihsan Agustian Anwar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai jenis posko di sejumlah titik strategis yang akan dilalui pemudik.
“Posko yang disiapkan di antaranya posko kesehatan, posko pengamanan, dan posko terpadu di beberapa lokasi penting,” ujar Ihsan.
ADVERTISEMENT
Dituntut 1 Tahun Penjara, Eks Sekda Bandung Yossi Irianto: “Saya Terima dengan Ikhlas”
Ia merinci, posko pengamanan akan ditempatkan di 13 titik, sementara pos wisata di 10 lokasi. Adapun posko terpadu difokuskan di sejumlah kawasan utama seperti Limbangan.
Menurut Ihsan, peran Bappeda dalam kegiatan ini lebih kepada fungsi pengawasan dan peninjauan kesiapan layanan, khususnya di sektor kesehatan.
“Fungsi kami bukan pada aspek keamanan, melainkan melakukan peninjauan terhadap kesiapan pos kesehatan yang menjadi fokus layanan dari Dinas Kesehatan. Kami juga akan memantau pelaksanaan piket siaga di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan pendirian posko ini bukan hal baru, melainkan agenda rutin yang dilakukan setiap menghadapi libur panjang maupun hari besar keagamaan.
“Ini kegiatan rutin, baik saat Idulfitri maupun libur panjang lainnya seperti Tahun Baru. Posko dan piket siaga selalu disiapkan,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, pihaknya juga memastikan kesiapan tenaga medis serta kelengkapan peralatan kesehatan di setiap posko, seperti alat pemeriksaan dasar hingga obat-obatan.
“Kami akan mengecek jumlah petugas di tiap pos kesehatan, termasuk ketersediaan alat seperti tensimeter dan obat-obatan dasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah tenaga medis yang bertugas di posko kesehatan akan disesuaikan dengan puskesmas yang terlibat di masing-masing wilayah.
“Jumlah tenaga medis tergantung dari puskesmas yang bertugas. Untuk detailnya nanti dari Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Ihsan menekankan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rencana berjalan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Tujuannya untuk memastikan rencana yang sudah disusun benar-benar dilaksanakan dengan baik, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan ambulans siaga di posko kesehatan untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi pemudik.
“Jika ada pemudik yang mengalami kondisi serius, ambulans sudah disiagakan untuk segera dirujuk ke puskesmas,” jelas Ihsan.
Petugas di posko akan berjaga selama 24 jam dengan sistem piket bergantian, mengingat arus mudik berlangsung tanpa mengenal waktu.
“Petugas harus siap siaga 24 jam karena arus mudik tidak bisa diprediksi,” katanya.
Terkait sanksi bagi petugas yang tidak menjalankan tugas, Ihsan menyebut hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Kesehatan sebagai instansi teknis.
“Untuk sanksi kami serahkan kepada Dinas Kesehatan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Ia pun mengimbau para pemudik, khususnya masyarakat Garut, untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan kendaraan selama perjalanan.
“Jangan sampai niat berkumpul dengan keluarga justru terganggu karena kondisi kesehatan atau kendaraan yang tidak prima,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






