KORANMANDALA.COM – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Persiapan tersebut dilakukan melalui penguatan personel, pengawasan transportasi, hingga pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota serta Kementerian Perhubungan telah menyiapkan ribuan personel untuk mengawal pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran.
“Dinas Perhubungan dari provinsi maupun kabupaten/kota siap melaksanakan tugas yang insyaallah akan dimulai pada 14 Maret hingga 29 Maret untuk mengawal masyarakat yang melakukan kegiatan mudik, berwisata, maupun berlibur pada Hari Raya Idulfitri,” ujar Dhani, Senin (9/3/2026).
Pegadaian Kanwil X Jabar Santuni 50 Anak Griya Ramah Anak Bandung di Momentum Ramadan
Menurutnya, total personel yang dikerahkan dalam pengamanan angkutan Lebaran mencapai lebih dari 4.200 orang yang berasal dari berbagai instansi.
“Kurang lebih gabungan personel mencapai 4.200 lebih, terdiri dari provinsi, kabupaten/kota, serta Kementerian Perhubungan yang akan ditempatkan di berbagai wilayah di Jawa Barat,” katanya.
Dhani menjelaskan, personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik yang memiliki potensi kerawanan, baik kemacetan, kecelakaan lalu lintas, maupun potensi bencana yang dipicu oleh tingginya curah hujan.
“Terutama di lokasi yang memiliki potensi kerawanan kemacetan, rawan kecelakaan, serta beberapa wilayah yang berpotensi terdampak bencana karena saat ini curah hujan masih cukup tinggi,” ujarnya.
Selain itu, pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan melalui sistem kamera pengawas (CCTV) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota yang terhubung dengan pusat pemantauan di Jabar Digital Center serta kantor Dinas Perhubungan Jawa Barat.
Dishub Jabar juga memastikan pengawasan terhadap tarif angkutan umum selama masa Lebaran agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Jika ada angkutan yang memungut tarif di atas ketentuan, masyarakat dapat segera melaporkannya. Kami menempatkan petugas di lapangan untuk melakukan monitoring langsung dan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran,” tegas Dhani.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun wisata.
