ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan sekaligus pengakuan terhadap peran perempuan, khususnya dalam sektor publik, pemerintahan dan perekonomian.
Menurutnya, kontribusi perempuan di berbagai sektor semakin nyata. Hal itu tercermin dari sejumlah penerima penghargaan dalam peringatan Hari Ibu, di antaranya dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), yang didominasi pengusaha dan wirausahawati.
“Ini menunjukkan peran perempuan sangat penting dalam menggerakkan perekonomian, baik di tingkat keluarga maupun kota,” kata Farhan, Senin (22/12/2025).
ADVERTISEMENT
Peringati Hari Ibu: Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2024
Dalam konteks kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda, Farhan menekankan perempuan masuk dalam kategori kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus.
Pemkot Bandung menemukan fakta di sejumlah wilayah rawan bencana, seperti Cidadap, di mana rumah yang terancam longsor dihuni oleh seorang ibu tunggal dengan tiga anak.
“Situasi seperti ini menunjukkan tingkat kerentanan perempuan cukup tinggi, sehingga perlu penanganan yang lebih sensitif dan terpadu,” ucapnya.
Farhan juga menyinggung isu kekerasan terhadap perempuan yang kini semakin terungkap. Ia menilai meningkatnya laporan kasus justru menjadi indikator positif dari keberhasilan edukasi dan keberanian masyarakat untuk melapor.
“Dulu, korban bisa memendam kekerasan selama bertahun-tahun karena takut, malu, atau tidak tahu harus melapor ke mana. Sekarang, perempuan dan orang tua anak-anak berani melapor. Ini sisi positif karena penanganan kasus bisa dilakukan secara komprehensif,” jelasnya.
Selain itu, di sektor ketenagakerjaan, Farhan mengaku jumlah perempuan bekerja masih lebih sedikit dibanding laki-laki, yang sebagian dipengaruhi faktor budaya.
Meski demikian, Pemkot Bandung terus mendorong peningkatan produktivitas perempuan melalui berbagai program, salah satunya kewirausahaan.
“Kami percaya perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memberi dampak besar bagi pemberdayaan keluarga dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Dari sisi indikator pembangunan, Farhan menyebut Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Bandung menunjukkan tren membaik dengan angka 0,245. Semakin kecil angka tersebut menandakan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin menurun.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






