ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Masyarakat Desa Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi syariah melalui program GISBEI (Galeri Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia) Goes to Desa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar mampu mengelola pendapatan secara lebih terencana, sekaligus memahami peluang dan risiko investasi.
Ketua KKN Desa Bojong Barat, Adid Fadhilah Adha, mengatakan penguatan ekonomi masyarakat tidak hanya bergantung pada peningkatan pendapatan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
ADVERTISEMENT
“Kadang kita berpikir membangun ekonomi itu hanya bagaimana mendapatkan penghasilan lebih besar. Padahal, bagaimana kita mengatur penghasilan yang sudah kita punya juga sangat penting. Dari situ masyarakat bisa mulai menentukan prioritas, menyiapkan kebutuhan ke depan, dan lebih bijak ketika melihat peluang investasi,” ujar Adid.
Menurutnya, literasi keuangan penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan ekonomi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan dengan investasi berbasis syariah, termasuk pemahaman mengenai risiko serta pentingnya menentukan pilihan investasi berdasarkan kondisi finansial.
Investasi juga tidak diperkenalkan sebagai cara cepat memperoleh keuntungan, melainkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang membutuhkan pengetahuan dan pertimbangan matang.
“Harapannya masyarakat Bojong Barat bukan hanya tahu istilah investasi, tetapi benar-benar memahami bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Jadi ketika ada peluang investasi, mereka bisa melihatnya dengan lebih kritis dan menyesuaikannya dengan kondisi ekonomi masing-masing,” kata Adid.
Pemahaman tersebut dinilai penting di tengah semakin beragamnya pilihan investasi. Tanpa literasi yang cukup, masyarakat berisiko mengambil keputusan hanya karena tergiur keuntungan atau mengikuti tren tanpa memahami konsekuensinya.
Selain investasi, edukasi juga mendorong masyarakat membiasakan diri mengatur pemasukan dan pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Pengelolaan yang terencana dapat membantu keluarga mempersiapkan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dana darurat, maupun kebutuhan jangka panjang.
Literasi keuangan juga diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap pengelolaan aset. Pendapatan yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi dapat direncanakan sesuai tujuan keuangan masing-masing.
Melalui program GISBEI Goes to Desa, masyarakat Bojong Barat diharapkan memiliki bekal yang lebih baik dalam mengelola keuangan sekaligus memahami investasi syariah.
Penguatan literasi keuangan di tingkat desa diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan ekonomi secara lebih mandiri, rasional, dan sesuai dengan kemampuan finansial.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






