Harga sewa lapak yang jualan terbuat dari bambu itu dipatok bervariatif, mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jarak dan luas lapak berjualan.
“Ini barokah dari ulama terkemuka di tanah jawa bagi warga setempat. Lahan milik saya ini hanya cukup empat petak dan saya sewakan Rp500 ribu perpetak karena lokasinya cukup jauh,” ujar warga setempat, Halimah.
Diketahui, Mama Sempur lahir di Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta pada tahun 1259 H atau 1839 M.
ADVERTISEMENT
Ia wafat di Sempur, Plered, Purwakarta pada hari Senin 1 Desember 1975 atau 27 Dzulqaidah 1395 H. Makamnya berada di Sempur, Kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat.
Page: 1 2
KORAN MANDALA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Menteri Agraria dan Tata…
KORAN MANDALA –Persib Bandung harus pulang tanpa poin setelah kalah 0-1 dari Madura United pada…
KORAN MANDALA – Aksi Kamisan Cimahi jilid kedua digelar di Alun-Alun Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026).…
KORAN MANDALA – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk…
KORAN MANDALA –Krisis air bersih melanda kawasan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, seiring musim…
KORAN MANDALA –Tumpukan sampah di Kampung Warungkandang, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, dikeluhkan warga…