KORANMANDALA.COM – Momen libur panjang akhir pekan dimanfaatkan Pemerintah Kota Bandung untuk mendorong sektor kuliner lokal. wisatawan dan warga direkomendasikan menjajal lima destinasi bakmi yang tengah populer di Kota Bandung.
Selama periode libur panjang 3–5 April 2026, Kota Bandung dinilai tetap menjadi magnet wisata, terutama dari sisi kuliner yang terus berkembang dengan konsep unik dan cita rasa beragam.
Berikut lima rekomendasi kuliner bakmi yang dapat menjadi pilihan:
Libur Idulfitri 2026, Kunjungan Wisata Garut Melesat Hampir 60 Persen
1. Mi Upami by Badami
Berlokasi di Jalan Anggrek, tempat ini menghadirkan suasana rumah tua bernuansa vintage yang tenang dan estetik. Menu seperti Mi Ayam Singkawang dan Bakmi KL menjadi andalan dengan tekstur kenyal dan rasa gurih. Kapasitas terbatas membuat pengunjung disarankan datang lebih awal.
2. Bakmie Tjo Kin (Braga)
Terletak di kawasan Jalan Braga, kedai ini menjadi favorit wisatawan. Desain interior bergaya klasik Tiongkok dengan pintu merah menjadi ciri khas, sementara menu mie lebar dengan chili oil banyak diminati pengunjung.
3. Toko Bakmie Feng
Berlokasi di Pasar Cihapit, tempat ini menawarkan sensasi kuliner berbeda dengan konsep modern di tengah pasar tradisional. Menu Bakmie Naga Naga menjadi favorit, terutama bagi pencinta rasa pedas.
4. Bakmi Pelita 2
Berada di Gang Pelita II, Jalan KH Mustofa, kedai ini menghadirkan suasana rumah tinggal yang asri. Menu unggulan seperti Bakmi Manis Ayam Rica memiliki cita rasa khas dengan mie buatan sendiri.
5. Bakmie Ayam 58
Mengusung konsep modern minimalis, tempat ini cocok bagi pengunjung yang menginginkan suasana bersih dan nyaman. Berlokasi di Jalan Teuku Umar dan Balonggede, menu pelengkap seperti pangsit goreng dan kuah kaldu menjadi daya tarik tambahan.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, menyampaikan bahwa beragam pilihan kuliner ini menjadi bagian dari daya tarik kota yang terus berkembang, khususnya dalam mendukung pelaku usaha lokal.
Ia berharap, momen libur panjang ini tidak hanya dimanfaatkan untuk berwisata, tetapi juga untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Kota Bandung.
“Selain menikmati suasana kota, masyarakat juga dapat merasakan ragam cita rasa yang ditawarkan pelaku usaha kuliner lokal,” ujarnya.
