ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Garut mengalami lonjakan signifikan selama libur Idulfitri 2026. Hampir seluruh objek wisata, khususnya wisata alam, mencatat peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyampaikan bahwa total kunjungan wisatawan pada momentum Lebaran tahun ini meningkat tajam dibandingkan 2025.
“Dibandingkan tahun 2025, kunjungan wisata saat Idulfitri 2026 mencapai 255.506 wisatawan, dari sebelumnya 159.997 wisatawan. Artinya terjadi kenaikan hampir 60 persen, tepatnya 59,7 persen,” ujar Beni, Jumat (3/4/2026).
ADVERTISEMENT
Angka Perceraian di Garut Tembus 2.000 Kasus, Faktor Ekonomi Jadi Sorotan
Beni menjelaskan, pada tahun 2025 destinasi wisata unggulan masih didominasi kawasan pegunungan dan pemandian air panas. Tepas Papandayan menjadi destinasi teratas dengan 15.404 pengunjung, disusul Taman Air Sabda Alam (14.923), TWA Gunung Papandayan (14.559), Darajat Pass (11.172), dan Situ Bagendit (9.695).
Namun pada libur Idulfitri 2026, terjadi pergeseran tren kunjungan wisata. Destinasi pantai di wilayah selatan Garut justru menjadi primadona baru.
“Terjadi anomali tren pada 2026. Peringkat pertama diduduki Pantai Santolo dengan 23.368 pengunjung, disusul Pantai Sayang Heulang sebanyak 21.560 pengunjung,” jelasnya.
Selanjutnya, TWA Papandayan berada di peringkat ketiga dengan 20.640 pengunjung, diikuti Taman Air Sabda Alam (18.963) dan Tepas Papandayan (18.810).
Menurut Beni, lonjakan jumlah wisatawan tidak terlepas dari upaya internal yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk penataan destinasi, peningkatan koordinasi, serta penguatan aspek keamanan dan kebersihan.
“Faktor kenaikannya salah satunya dari gerakan internal kami, termasuk penataan kawasan wisata, konsolidasi keamanan, dan upaya menjaga kebersihan meskipun belum maksimal,” ujarnya.
Selain itu, promosi wisata dan keterlibatan masyarakat lokal juga dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan, khususnya di kawasan pantai selatan.
Di tengah lonjakan kunjungan, Disparbud Garut juga mengakui sempat muncul kasus pungutan liar (pungli) di sejumlah lokasi wisata yang viral di media sosial. Namun, Beni memastikan permasalahan tersebut telah ditangani dan tidak berdampak signifikan terhadap jumlah wisatawan.
“Meskipun sempat ada kebocoran terkait pungli, secara umum tidak terlalu berpengaruh terhadap kunjungan. Destinasi seperti Santolo dan Sayang Heulang tetap ramai,” katanya.
Ke depan, Disparbud Garut akan terus memperkuat promosi dan konsolidasi, baik secara internal maupun eksternal, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk tokoh masyarakat dan pelaku usaha wisata.
“Tren ini juga dipengaruhi promosi dan konsolidasi dengan masyarakat setempat, termasuk paguyuban pedagang. Semua itu berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisata,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






