Pelatih Persib, Bojan Hodak, memilih merespons santai. Tapi di balik sikap tenangnya, terselip nada sindiran yang tak bisa diabaikan.
“Terkait Borneo, oh mereka menang?! Baiklah,” ujar Hodak singkat.
Sujana: Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC, Momentum Penentu Perburuan Gelar
Hodak mengaku tidak menyaksikan langsung laga Persik Kediri kontra Borneo FC. Namun informasi yang ia terima justru memunculkan tanda tanya baru terutama soal keputusan penalti.
“Katanya situasinya sama seperti saat kami main di Borneo. Bedanya kami kena penalti, mereka tidak. Borneo beruntung,” ungkapnya.
Pernyataan ini bisa dibaca lebih dari sekadar komentar teknis. Ada sinyal ketidakpuasan terhadap konsistensi perangkat pertandingan isu klasik yang kerap membayangi kompetisi sepak bola nasional.
Terlepas dari dinamika tersebut, Hodak menegaskan timnya tidak akan larut dalam polemik. Fokus utama tetap pada laga krusial menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026).
“Kami sering di puncak. Semua tim ingin menjegal kami. Jadi kami harus fokus pada pertandingan sendiri,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi Persib sebagai tim yang merasa “diburu” bukan sekadar pesaing biasa.
Kondisi klasemen saat ini menciptakan tekanan berlapis bagi Persib:
- Harus menang untuk kembali ke puncak
- Menghadapi lawan yang sedang naik performa
- Dibayangi isu non-teknis yang berpotensi mengganggu fokus
Situasi ini menguji bukan hanya kualitas permainan, tetapi juga kematangan mental tim.
Komentar Hodak soal “keberuntungan” Borneo membuka ruang diskusi lebih luas: apakah hasil pertandingan murni ditentukan kualitas, atau ada faktor lain yang ikut bermain?
Dalam kompetisi seketat Super League, detail kecil termasuk keputusan wasit bisa berdampak besar pada perebutan gelar.