Laga yang berakhir 0-0 itu menyisakan lebih dari sekadar angka di papan skor. Bagi Persib, ini adalah alarm yang tak bisa lagi diabaikan—dominasi tanpa gol mulai menjadi pola yang berulang di momen krusial.
Namun di balik hasil tersebut, Fitrah memilih tetap berdiri di sisi optimisme. Penjaga gawang muda itu mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan pelatih, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus membuktikan diri.
Spanduk “Shut Up KDM” Gegerkan GBLA saat Persib vs Arema FC, Sinyal Keras Bobotoh Tolak Politisasi
“Saya sangat senang dapat kesempatan bermain. Saat mendapat kepercayaan, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk menjawab kepercayaan pelatih,” ujar Fitrah dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ini menjadi penampilan keduanya bersama Persib setelah sebelumnya tampil menghadapi Borneo FC pada laga tunda pekan keempat, Desember 2025 lalu. Meski masih minim jam terbang, Fitrah tampil cukup tenang dan disiplin di bawah mistar.
Namun sorotan utama tetap tertuju pada lini depan Persib yang kembali gagal menuntaskan peluang. Fitrah pun tak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia mengakui timnya bekerja keras sepanjang laga, tetapi harus berhadapan dengan tembok pertahanan Arema yang sulit ditembus.
“Pertama, kami fokus meraih hasil terbaik. Banyak peluang yang didapat, namun pertahanan Arema memang kuat sehingga gol belum tercipta. Tapi peluang untuk tetap di posisi pertama masih ada dan kami harus terus fokus,” katanya.
Pernyataan Fitrah menjadi cerminan situasi Persib saat ini: secara permainan unggul, tapi belum cukup tajam untuk mengunci kemenangan. Dalam fase akhir kompetisi, kondisi seperti ini bukan sekadar catatan teknis—melainkan potensi batu sandungan dalam perburuan gelar.
Di satu sisi, kepercayaan terhadap pemain muda seperti Fitrah menjadi angin segar. Namun di sisi lain, pekerjaan rumah di lini serang belum juga terselesaikan.
Persib masih berada di puncak. Tapi jika ketajaman tak segera ditemukan, posisi itu bisa berubah menjadi ilusi. Dan di tengah tekanan tersebut, suara jujur dari balik mistar justru terdengar paling lantang.