KORANMANDALA.COM – Pesta olahraga paling bergengsi di atas salju dan es, Olimpiade Musim Dingin 2026, resmi dimulai pekan ini. Sekitar 3.500 atlet dari 93 negara siap bertarung memperebutkan 195 medali di Italia, menandai edisi ke-25 ajang olahraga musim dingin paling ikonik di dunia. Yang bikin seru? Banyak negara debutan ikut ramaikan, salah satunya negara tetangga kita, Singapura.
Milan dan Cortina d’Ampezzo, Italia jadi Tuan Rumah. Italia utara bakal jadi pusat perhatian dunia dari 6 hingga 22 Februari 2026. Uniknya, Olimpiade kali ini tersebar di beberapa lokasi.
Milan jadi pusat untuk cabang olahraga es kayak skating dan hoki es, sementara pegunungan seperti Cortina d’Ampezzo, Valtellina, Fiemme Valley, Bormio, dan Livigno bakal nge-host cabang olahraga salju seperti ski dan snowboarding.
Panjat Tebing di Gunung Batu Lembang, Olahraga Ekstrem di Pusat Sesar Aktif
Format penyelenggaraan multi-klaster ini bikin Milano Cortina 2026 jadi salah satu Olimpiade Musim Dingin paling tersebar secara geografis dalam sejarah.
Upacara pembukaan dijadwalkan di Stadion San Siro, rumahnya klub sepak bola raksasa AC Milan dan Inter Milan. Sementara penutupan bakal berlangsung di Verona Olympic Arena pada 22 Februari.
Debut Bersejarah Singapura
Kabar yang bikin hype adalah debut Singapura di Olimpiade Musim Dingin lewat Faiz Basha. Atlet ski putra asal negeri singa ini berhasil lolos kualifikasi kategori slalom di cabang ski Alpen, padahal kategori ini biasanya didominasi atlet Eropa.
“Di edisi olimpiade ini kualifikasinya paling sulit dalam sejarah. Maka keberhasilan pencapaian ini adalah hal yang sangat besar bagi saya. Saya tidak terlalu merasakan tekanan karena saya menganggap ini selayaknya kompetisi lain seperti yang saya ikuti di China, Turki, Swedia, dan Finlandia,” kata Faiz kepada CNA, 28 Januari 2026.
Pencapaian Singapura ini sebenarnya nggak sendirian. Negara-negara Asia Tenggara lain seperti Filipina sudah langganan ikut sejak 1972, Thailand debut di 2002, Malaysia di 2018, dan Timor-Leste di 2022. Ini bukti kalau negara tropis pun bisa bersaing di panggung salju dunia.
Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Total ada 16 cabang olahraga yang bakal dipertandingkan dalam 116 nomor pertandingan. Mulai dari yang klasik seperti Ski Alpen, Seluncur Indah, Hoki Es, Lompat Ski, hingga Snowboard.
Yang baru? Ada Ski Mountaineering yang resmi debut sebagai cabang medali untuk pertama kalinya, mempertandingkan nomor Sprint Putra, Sprint Putri, dan Estafet Campuran.
Negara-negara powerhouse seperti Norwegia, Jerman, Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat diprediksi bakal mendominasi perolehan medali.
Tapi yang bikin menarik, ajang ini juga membuka peluang bagi negara-negara non-tradisional untuk nunjukin tajinya.
Kapan Indonesia Bisa Ikut?
Pertanyaan yang sering muncul: kapan Indonesia bisa ikut? Sayangnya, hingga Januari 2026, Indonesia belum mengirimkan atlet untuk berlaga di Olimpiade Musim Dingin 2026.
Tantangan terbesar adalah keterbatasan fasilitas salju dan infrastruktur yang masih berkembang.
Namun, ada kabar baik. Indonesia sudah resmi jadi anggota International Ski and Snowboard Federation atau FIS pada Juni 2025. Bahkan, Indonesia juga udah debut di Asian Winter Games 2025 di Harbin, China pada Januari lalu.
Sejarah Olimpiade Musim Dingin
Olimpiade Musim Dingin pertama kali dihelat pada 1924 di Chamonix, Prancis, 28 tahun setelah Olimpiade musim panas pertama berlangsung.
Inisiatifnya datang dari Jenderal Viktor Gustaf Balck dari Swedia, yang juga mempelopori ajang olahraga musim dingin pertama bernama Nordic Games pada 1901.
Awalnya, cabang seluncur indah sempat dipertandingkan di Olimpiade Musim Panas London 1908. Lalu pada 1920 di Antwerp, dua cabang yakni figure skating dan hoki es ditambahkan.
Baru pada kongres IOC tahun 1921, keputusan besar diambil untuk mengadakan event khusus olahraga musim dingin.
Ajang di Chamonix 1924 itu sukses besar dan kelak diakui sebagai Olimpiade Musim Dingin pertama. Sejak 1928, Olimpiade Musim Dingin mendapatkan tempatnya sendiri terpisah dari Olimpiade Musim Panas.
Kendati lazim dihelat di negara-negara Eropa atau Amerika Utara, pesta olahraga ini tergolong inklusif. Meksiko sebagai negara subtropis sudah berpartisipasi sejak 1928.
Bolivia jadi negara Amerika Selatan pertama yang tampil di 1956. Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang ikut pada 1960.
