KORANMANDALA.COM –Timnas Indonesia dipastikan telah mengubur mimpinya untuk masuk Piala Dunia 2026 mendatang. Setelah kalah atas Timnas Irak dengan skor akhir 1-0.
Sebenarnya skuad Garuda masih memiliki kesempatan besar lolos jika mampu setidaknya menang atas Irak dengan skor berapapun.
Namun, pada faktanya tim besutan Patrick Kluivert ini tak bisa berbuat banyak dan tidak mampu menang atas Frans Putros dan kawan kawan.
Bojan Hodak Pastikan Para Pemain Timnas Indonesia Akan Berlatih Besok
Ketidakmampuan Ciptakan Peluang
Meskipun sebenarnya Timnas Indonesia menguasai penguasaan bola sejak mulainya laga. Tetapi ketidakmampuan menciptakan peluang mengakibatkan jauh dari hasil kemenangan
Itu pula yang menjadi perhatian khusus, legenda sekaligus pelatih yang pernah membawa Persib Bandung juara 2014 l, Djajang Nurjaman.
“Posisi penguasaan bola memang kita menang, tapi minimnya tembakan dan gol yang tercipta harus menjadi perhatian serius” kata Djajang Nurjaman.
Permainan Belum Sepenuhnya Solid
Djanur pun tak memungkiri jika ketidakmampuan menciptakan peluang menunjukan permainan skuad Garuda belum sepenuhnya matang dan solid untuk sekelas Piala Dunia.
“Penguasaan bola kita sebenarnya cukup baik, tapi jumlah tembakan ke gawang sangat minim. Ini menunjukkan permainan tim kita belum solid dan belum siap untuk level Piala Dunia,” kata pria yang akrab Djanur tersebut.
Memang, sejak laga perdana kontra Arab Saudi, permainan skuad Garuda belum sepenuhnya menyatu dengan tim. Situasi tersebut berpengaruh terhadap organisasi permainan yang cukup berantakan pada laga kontra Arab.
Walaupun di laga kedua kontra Irak, Timnas Indonesia mampu bermain lebih baik dan secara permainan cukup terorganisir.***
