ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Meningkatnya kasus begal di Kota Bandung mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PKB, Mochamad Ulan Surlan.
Ia meminta Pemerintah Kota Bandung tidak hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan di wilayah-wilayah yang rawan tindak kriminal.
Menurut Ulan, maraknya aksi begal telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu rasa aman warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Dua Begal Bersenjata Celurit yang Lukai Ojol di Bandung Ditangkap Sejam Setelah Beraksi
“Ini sudah menjadi persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan langkah-langkah konkret untuk mencegah dan menekan potensi kejahatan,” ujar Ulan.
Ia menilai banyak kasus begal terjadi di lokasi yang minim penerangan, sepi, dan jauh dari pengawasan. Karena itu, Pemkot Bandung diminta segera memetakan titik-titik rawan dan meningkatkan fasilitas keamanan.
Salah satu langkah yang didorong adalah mengoptimalkan program Bandung Caang melalui penambahan lampu penerangan jalan umum di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi kejahatan.
Selain itu, Ulan juga mengusulkan penambahan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis. Menurutnya, keberadaan CCTV tidak hanya membantu proses pengungkapan kasus, tetapi juga dapat menjadi efek jera bagi pelaku kriminal.
Tak hanya itu, ia bahkan mengusulkan pemasangan tombol darurat atau panic button di kawasan rawan untuk mempercepat respons petugas saat terjadi tindak kejahatan.
“Tombol SOS atau alarm bahaya bisa menjadi salah satu solusi. Ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, mereka bisa langsung memberikan sinyal kepada petugas keamanan,” katanya.
Ulan menegaskan keamanan kota tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Ia khawatir jika persoalan ini tidak segera ditangani, Kota Bandung akan semakin dikenal sebagai wilayah yang rawan kriminalitas.
“Jangan sampai Kota Bandung menjadi tempat yang dianggap nyaman bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Pemerintah harus bergerak cepat sebelum korban semakin bertambah,” tegasnya.
Sebagai kota metropolitan dengan aktivitas yang berlangsung hingga malam hari, Ulan menilai keamanan publik harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Bandung.
Menurutnya, warga yang pulang bekerja malam hari maupun masyarakat yang beraktivitas di luar rumah berhak mendapatkan rasa aman dari ancaman kriminalitas jalanan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






