Politik

Soni Daniswara Siapkan Ekosistem UMKM, Pelatihan Konten Kreator hingga Digital Marketing Dibuka

KORANMANDALA.COM – Pembukaan pelatihan digital marketing dan konten kreator yang digelar di Kota Bandung menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja berbasis digital.

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKB, Soni Daniswara, menjelaskan pemilihan dua bidang pelatihan tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, pelatihan kerja yang sebelumnya banyak berfokus pada sektor produksi seperti pastry, kuliner, barber, barista hingga rias pengantin, membutuhkan dukungan keterampilan lain agar hasil produksinya bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

Fraksi PKB Kota Bandung BADAMI Edisi 05/April-2026

“Pelatihan sebelumnya lebih berbasis produksi. Tapi setelah produksi, harus ada inkubasi bisnis. Produk yang dihasilkan itu tidak bisa berjalan sendiri, harus ada sistem yang mendukung supaya bisa terjual dengan baik,” ujar Soni saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, pelatihan konten kreator dipilih agar para peserta memiliki kemampuan mempromosikan hasil produksi UMKM melalui konten digital yang menarik. Sementara pelatihan digital marketing disiapkan untuk memperkuat kemampuan pemasaran secara daring.

“Jadi ada kesinambungan. Orang produksi membuat barang, lalu dipromosikan oleh konten kreator, kemudian dipasarkan lewat digital marketing. Semua pelatihan ini saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama, yaitu membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran,” katanya.

Soni menilai, pendekatan tersebut penting agar pelatihan kerja tidak berhenti hanya pada pemberian sertifikat atau seremoni belaka, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapannya pelatihan ini bukan sekadar menghabiskan anggaran, tapi benar-benar dikelola dengan sistem inkubasi bisnis yang baik serta memiliki kesinambungan antar keterampilan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Soni menyebut pelatihan digital marketing dan konten kreator juga dipilih karena berbasis keterampilan murni dan tidak membutuhkan modal besar. Menurut dia, masyarakat hanya perlu mengasah kemampuan serta memanfaatkan platform digital yang telah tersedia.

“Konten kreator itu lebih kepada skill, digital marketing juga lebih kepada skill. Tidak harus punya modal besar. Sekarang platform digital terbuka luas, tinggal bagaimana kemampuan mengelolanya,” ungkapnya.

Ia mencontohkan berbagai platform digital yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membuka peluang ekonomi, mulai dari media sosial hingga marketplace yang memungkinkan siapa saja menjual produk atau jasa secara mandiri.

Dengan adanya pelatihan ini, Soni berharap masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Bandung, dapat memiliki keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memperkuat ekosistem UMKM berbasis digital.

Koranmandala.com

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

9 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

9 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

10 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

11 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

12 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

14 jam ago