ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pembukaan pelatihan digital marketing dan konten kreator yang digelar di Kota Bandung menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja berbasis digital.
Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKB, Soni Daniswara, menjelaskan pemilihan dua bidang pelatihan tersebut bukan tanpa alasan.
Menurutnya, pelatihan kerja yang sebelumnya banyak berfokus pada sektor produksi seperti pastry, kuliner, barber, barista hingga rias pengantin, membutuhkan dukungan keterampilan lain agar hasil produksinya bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
“Pelatihan sebelumnya lebih berbasis produksi. Tapi setelah produksi, harus ada inkubasi bisnis. Produk yang dihasilkan itu tidak bisa berjalan sendiri, harus ada sistem yang mendukung supaya bisa terjual dengan baik,” ujar Soni saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pelatihan konten kreator dipilih agar para peserta memiliki kemampuan mempromosikan hasil produksi UMKM melalui konten digital yang menarik. Sementara pelatihan digital marketing disiapkan untuk memperkuat kemampuan pemasaran secara daring.
“Jadi ada kesinambungan. Orang produksi membuat barang, lalu dipromosikan oleh konten kreator, kemudian dipasarkan lewat digital marketing. Semua pelatihan ini saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama, yaitu membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran,” katanya.
Soni menilai, pendekatan tersebut penting agar pelatihan kerja tidak berhenti hanya pada pemberian sertifikat atau seremoni belaka, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapannya pelatihan ini bukan sekadar menghabiskan anggaran, tapi benar-benar dikelola dengan sistem inkubasi bisnis yang baik serta memiliki kesinambungan antar keterampilan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Soni menyebut pelatihan digital marketing dan konten kreator juga dipilih karena berbasis keterampilan murni dan tidak membutuhkan modal besar. Menurut dia, masyarakat hanya perlu mengasah kemampuan serta memanfaatkan platform digital yang telah tersedia.
“Konten kreator itu lebih kepada skill, digital marketing juga lebih kepada skill. Tidak harus punya modal besar. Sekarang platform digital terbuka luas, tinggal bagaimana kemampuan mengelolanya,” ungkapnya.
Ia mencontohkan berbagai platform digital yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membuka peluang ekonomi, mulai dari media sosial hingga marketplace yang memungkinkan siapa saja menjual produk atau jasa secara mandiri.
Dengan adanya pelatihan ini, Soni berharap masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Bandung, dapat memiliki keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memperkuat ekosistem UMKM berbasis digital.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






