ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota DPRD kota Bandung Mochammad Ulan Surlan mengatakan, pembangunan Kota Bandung dinilai tidak akan kokoh tanpa memperkuat struktur wilayah terkecilnya.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menyebutkan, pemerintah saat ini tengah memetakan sekitar 9.600 RW di Kota Bandung guna mengetahui tingkat kemajuan, kebutuhan, serta potensi masing-masing wilayah.
Upaya tersebut melahirkan konsep RW Unggul, sebuah kerangka pembangunan yang bertujuan memastikan kebijakan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Serap Aspirasi Dapil 1, Om Ulan Kader Posyandu Harus Lebih Diperhatikan
“RW unggul itu adalah RW yang sudah menerima program, menjalankan program, dan menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang meningkat. Ada kemandirian, partisipasi, kebersamaan, dan sinergi dengan pemerintah,” ujar Ulan.
Pria yang akrab disapa Om Ulan itu menyebutkan, RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling bawah. Mulai dari administrasi kependudukan, penyerapan aspirasi, hingga pelaksanaan program pemerintah, semua bermula dari wilayah. Namun ia mengakui, beban RW sering kali jauh lebih besar dari kapasitas yang tersedia.
“RW sering hanya punya satu atau dua program, tapi kebutuhan warga banyak. Karena itu RW harus mencari solusi, berkomunikasi dengan warga, dan bekerja sama. Semua keluhan masyarakat biasanya berlabuh ke RT dan RW dulu,” tuturnya.
Pengalaman Ulan sebagai ketua RW selama enam tahun membuatnya memahami bahwa inovasi kecil sekalipun dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan TPS3R bersama warga yang kini mampu mengolah hingga enam ton sampah per bulan.
Selain itu, ia juga menggagas program santunan sosial bagi keluarga warga yang meninggal dunia tanpa membebani masyarakat dengan iuran tambahan. Wilayahnya bahkan pernah meraih penghargaan melalui program penanaman sayuran sebagai bagian dari ketahanan pangan tingkat RW.
“Inovasi itu tidak harus besar. Yang penting bermanfaat dan lahir dari potensi wilayah. Kalau pengurus RW, para tokoh, PKK, dan masyarakat berjalan bersama, hasilnya akan terasa,” papar Ulan.
Melalui Parlemen Talks, Ulan menekankan bahwa penguatan kapasitas RW merupakan langkah dasar menuju Kota Bandung yang lebih tertata, mandiri, dan responsif.
“Kalau RW-nya kuat, pembangunan kotanya juga kuat. RW unggul itu bukan sekadar label. Itu arah pembangunan Bandung ke depan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






