ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Sebanyak 26 mahasiswa resmi menjadi bagian dari angkatan pertama Fakultas Kedokteran Telkom University (Tel-U).
Mereka dilantik dalam rangkaian peresmian Fakultas Kedokteran Tel-U di Auditorium Gedung Damar, Tel-U, Rabu (7/10/2026).
Pelantikan tersebut menandai dimulainya pendidikan kedokteran di Tel-U dengan pendekatan yang memadukan ilmu kedokteran dan teknologi.
ADVERTISEMENT
Satgas Yustisi Bandung Perlu Diperkuat, Pengamat Desak Operasi Penertiban Kembali Masif
Konsep tersebut menjadi salah satu ciri yang ditawarkan Tel-U dalam menyiapkan calon dokter di tengah perkembangan teknologi kesehatan dan kecerdasan buatan.
Mengusung tema “Transformasi Peradaban Kesehatan: Mengintegrasikan Keunggulan Teknologi dan Pendidikan Kedokteran Modern untuk Indonesia Maju”, Fakultas Kedokteran Tel-U diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi medis.
Dari 26 mahasiswa yang dilantik, sebanyak 25 mahasiswa menerima Beasiswa Pintar. Sementara satu mahasiswa, Akhdan Kamillan Athallah, memperoleh Beasiswa Unggulan berupa pembebasan biaya pendidikan hingga lulus.
Pemberian beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya Tel-U memperluas akses pendidikan kedokteran bagi mahasiswa berprestasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Brian Yuliarto yang hadir secara daring mengatakan, keberadaan Fakultas Kedokteran Tel-U membawa tanggung jawab besar dalam menyiapkan dokter yang memiliki kompetensi, integritas, sekaligus kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, mewakili Menteri secara luring, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. med. Setiawan, dr., AIFM., menilai lulusan Fakultas Kedokteran Tel-U berpeluang memiliki keunggulan kompetitif karena didukung kekuatan Tel-U di bidang teknologi.
Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi salah satu aspek penting bagi dokter di tengah perubahan pola pelayanan dan pengembangan teknologi kesehatan.
Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto mengatakan, pembukaan Fakultas Kedokteran merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kinerja, kolaborasi, dan komitmen berbagai pihak.
Ia menegaskan, pengembangan pendidikan kedokteran di Tel-U akan diarahkan pada terbentuknya ekosistem pendidikan yang menghubungkan ilmu medis dengan perkembangan teknologi.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengatakan pembukaan fakultas kedokteran membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari pendanaan, sarana pendidikan hingga ketersediaan sumber daya manusia.
Namun, menurut dia, keberlanjutan komitmen dan kerja keras menjadi faktor penting untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan kedokteran berjalan secara berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, Fakultas Kedokteran Tel-U mengusung pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Human-AI, predictive medicine, dan precision medicine. Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung proses pendidikan dan pelayanan kesehatan tanpa mengesampingkan aspek humanis dalam praktik kedokteran.
Rangkaian pelantikan ditandai dengan pembacaan janji mahasiswa dan penyerahan jas almamater. Jas tersebut memiliki tiga kancing yang merepresentasikan nilai Tel-U, yakni Harmony in Holistic Life, Excellence in Empathy and Ethics, serta Integrity in Interdependence.
Selain itu, mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran Tel-U mendapatkan Telutizen Student Card serta dukungan fasilitas pendidikan berupa akomodasi asrama dan perangkat pendukung pembelajaran.
Peresmian dan pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan mitra pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit, dan puskesmas.
Kehadiran Fakultas Kedokteran Tel-U menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi tersebut memperluas bidang pendidikan ke ranah kesehatan, dengan menempatkan teknologi sebagai salah satu kompetensi pendukung dalam pembentukan dokter masa depan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






