KORAN MANDALA – Kebiasaan mencuci hidung ternyata tidak hanya dilakukan saat seseorang mengalami flu atau hidung tersumbat. Cara ini juga dapat membantu menjaga kebersihan rongga hidung dari debu, polusi, lendir, hingga alergen.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Gia menjelaskan, hidung memiliki fungsi seperti penyaring udara yang setiap hari berhadapan dengan berbagai partikel dari lingkungan.
“Coba bayangkan, hidung kita itu kan seperti filter udara. Setiap hari hidung menangkap debu, polusi, alergen, hingga lendir-lendir. Kalau filternya kotor dan tidak pernah dibersihkan, lama-lama fungsinya bisa kurang optimal,” ujar dr Gia dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Kamis (3/9/2026).
Ia mengatakan, cuci hidung dapat menjadi salah satu cara untuk membantu membersihkan rongga hidung. Menurutnya, kekhawatiran mengenai cairan yang masuk ke saluran pernapasan dapat diminimalkan selama dilakukan dengan teknik yang tepat.
“Nah, cuci hidung itu membantu membersihkan filter alami tersebut, dan tenang, larutan cuci hidung itu hanya mengalir di rongga hidung kita untuk membantu membawa keluar lendir dan partikel yang menempel. Cairannya tidak diarahkan ke paru-paru seperti yang sering dikhawatirkan,” ujarnya.
Dalam penggunaannya, dr Gia menekankan pentingnya memperhatikan teknik serta jenis larutan yang digunakan. Cairan yang dipakai harus memang diperuntukkan untuk cuci hidung.
“Kuncinya adalah menggunakan teknik yang benar dan larutannya harus khusus untuk cuci hidung. Salah satunya cairan seperti hidung yang mengandung 100% sea water dengan 80 mineral alami,” katanya.
Adapun cara penggunaannya, posisi kepala perlu disesuaikan dengan petunjuk pada produk. Larutan kemudian disemprotkan atau dialirkan melalui salah satu lubang hidung dan dibiarkan keluar melalui sisi lainnya bersama lendir.
“Teman-teman posisikan kepala sesuai petunjuk penggunaan, semprotkan atau alirkan larutan ke salah satu lubang hidung, lalu biarkan keluar melalui lubang hidung lainnya atau keluar bersama lendir. Setelah itu, ulangi pada sisi satunya,” kata dr Gia.
Menurutnya, cuci hidung juga bisa dilakukan sebagai bagian dari perawatan sehari-hari, terutama bagi mereka yang sering terpapar debu, polusi, atau alergen.
“Prosesnya sederhana dan umumnya terasa nyaman jika dilakukan dengan benar. Cuci hidung juga dapat dilakukan meski sedang tidak batuk pilek. Kalau kita sering terpapar debu, polusi, atau alergen, menjaga kebersihan rongga hidung bisa menjadi bagian rutinitas sehari-hari,” ujarnya.
Meski demikian, penggunaan larutan tetap harus diperhatikan agar proses cuci hidung dilakukan secara tepat dan aman.
“Yang penting, gunakan larutan yang memang diperuntukkan bagi cuci hidung dan selalu ikuti petunjuk penggunaan dengan benar,” kata dr Gia.
