KORAN MANDALA – Tren olahraga lari dan target 10.000 langkah per hari kini semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan. Namun, aktivitas lari yang dilakukan terlalu sering atau dengan intensitas tinggi dapat menimbulkan keluhan nyeri pada lutut dan persendian, terutama bagi sebagian orang yang memasuki usia 30-an.
Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah, turut menyoroti tren tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menilai aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran, tetapi masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengejar target olahraga tertentu apabila kondisi tubuh belum memungkinkan.
Menurutnya, berjalan kaki secara rutin sudah memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan. Bahkan, target 10.000 langkah per hari tidak selalu harus menjadi patokan utama.
”Jalan kaki 7.000 langkah sehari itu dapat menurunkan risiko kematian bahkan sampai 40 persen dibandingkan orang yang mager seharian,” kata dr. Andika, dikutip Minggu (30/8/2026).
Dr. Andika kemudian membagikan pengalamannya melihat tren lari yang semakin ramai diikuti masyarakat, termasuk mereka yang mengejar jumlah langkah harian melalui aktivitas tersebut.
”Tiap buka story IG isinya orang-orang FOMO skena lari demi mencetak 10.000 langkah. Tapi jujur, buat gua pria 30-an kayak gua, mengejar lari tiap hari itu buat lutut gua sama sendi gua sakit banget,” tutur dia.
Alih-alih memaksakan diri berlari setiap hari, dr. Andika memilih jalan kaki dengan kemiringan atau incline walking menggunakan treadmill. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan manfaat kardio tanpa memberikan beban berlebih pada persendian.
”Makanya tiap jam 6 pagi di home gym saya, ketimbang ikut fomo lari, saya pribadi lebih milih jalan miring. Lebih hemat waktu, kardionya dapat, dan lutut saya aman. Berdasarkan meta-analisis terbaru dari The Lancet Public Health, kamu tuh nggak wajib 10.000 langkah. Cukup 7.000 langkah per hari, risiko kematian kamu udah terpangkas sampai 47 persen,” jelas dr. Andika.
Ia menjelaskan, peningkatan manfaat kesehatan paling besar justru terjadi ketika seseorang mulai beralih dari kebiasaan tidak aktif menjadi rutin bergerak. Intensitas olahraga juga dapat ditingkatkan dengan mengatur kemiringan treadmill.
”Peningkatan terbesar itu justru pas bergerak dari mager ke 7.000 langkah. Nah rahasianya, pas treadmill dinaikin kemiringannya atau incline, detak jantung dan kebutuhan kalori otomatis naik setara lari atau jogging, tapi beban tumpuan di sendi lutut jauh lebih rendah,” tambah dia.
Dr. Andika juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu terpaku pada berbagai indikator olahraga ketika baru mulai membangun kebiasaan hidup sehat.
Menurutnya, konsistensi dalam bergerak dan kemampuan memahami kondisi tubuh menjadi hal yang lebih penting dibandingkan memaksakan target tertentu.
”Kamu nggak perlu pusing-pusing berapa heart rate kamu. Jadi tidak perlu menyiksa diri kalau belum siap. Cukup 7.000 langkah bervariasi sama jalan miring 30 menit plus angkat beban,” Tandasnya

Ngabuburit Sehat, Lapangan Gasibu Jadi Magnet Warga Saat Ramadan
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.