KORANMANDALA.COM – Usai menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Islam memasuki bulan Syawal yang memiliki sejumlah keutamaan. Bulan ini tidak hanya dimaknai sebagai momentum kemenangan, tetapi juga sebagai kelanjutan ibadah untuk menjaga kualitas spiritual.
Dosen sekaligus Dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung, Asep Ahmad Siddiq, menegaskan Syawal merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah Ramadan.
“Bulan Syawal ini sangat istimewa karena menjadi pelengkap ibadah Ramadan. Keberkahannya akan terus mengalir bagi umat Islam yang melanjutkan amalan setelah Ramadan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Dishub Bandung Pastikan Puncak Arus Mudik di Nagreg Sudah Terlewati
Berikut sejumlah amalan yang dianjurkan di bulan Syawal:
1. Puasa Syawal Enam Hari
Puasa enam hari di bulan Syawal menjadi amalan utama yang dianjurkan. Keutamaannya disebut setara dengan puasa sepanjang tahun.
“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun, dengan syarat dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan,” kata Asep.
Puasa ini dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal, dimulai setelah 1 Syawal.
2. Puasa Senin dan Kamis
Umat Islam juga dianjurkan melanjutkan puasa sunnah Senin dan Kamis.
“Puasa Senin dan Kamis bisa dilanjutkan, bahkan boleh digabung dengan puasa Syawal. Insyaallah mendapatkan pahala keduanya,” jelasnya.
3. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa pada pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15, juga dianjurkan.
“Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah,” ujarnya.
4. Mempererat Silaturahmi
Syawal identik dengan tradisi silaturahmi. Namun, Asep menekankan esensi silaturahmi adalah menyambung kembali hubungan yang sempat terputus.
“Silaturahmi yang utama adalah menyambungkan hubungan dengan orang yang pernah memutuskan hubungan dengan kita,” katanya.
Ia menambahkan, silaturahmi tidak hanya dilakukan kepada keluarga, tetapi juga teman, tetangga, hingga pihak yang pernah berselisih.
5. Memperbanyak Sedekah
Sedekah tetap menjadi amalan yang dianjurkan di bulan Syawal.
“Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru Allah akan menambah rezeki bagi orang yang gemar bersedekah,” tuturnya.
Ia mengingatkan, prioritas sedekah dimulai dari orang tua, keluarga terdekat, hingga masyarakat yang membutuhkan.
6. Melangsungkan Pernikahan
Bulan Syawal juga dianjurkan sebagai waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan, merujuk pada riwayat Aisyah binti Abu Bakar.
“Menikah di bulan Syawal memiliki dasar dari sunnah Rasulullah,” jelasnya.
7. I’tikaf dan Ibadah di Masjid
Amalan lain yang dapat dilakukan adalah memperbanyak ibadah di masjid, termasuk i’tikaf meski dalam waktu singkat.
“I’tikaf tidak harus lama. Dari zuhur hingga asar pun bisa, yang penting diniatkan untuk beribadah,” ujarnya.
Asep menegaskan, bulan Syawal menjadi momentum penting untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.
“Jangan sampai setelah Ramadan kita kembali seperti semula. Syawal menjadi bukti apakah ibadah kita di Ramadan berdampak atau tidak,” pungkasnya.
