Puasa Sunnah Tarwiyah
Bacaan Niat
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu sawma tarwiyyata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya:”Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Taala”.
Keutamaan
Puasa Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Zulhijjah termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan dan menjadi kebiasaan Rasulullah SAW. Dalam buku ‘Seri Fiqih Kehidupan’ karya Ahmad Sarwat, disebutkan bahwa dari Hafshah RA berkata:
“Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: Puasa hari Asyura, Puasa 1-8 Zulhijjah, 3 hari tiap bulan dan dua rakaat sebelum fajar.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasai).
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa delapan hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah, adalah amalan yang konsisten dilakukan Nabi dan sangat dianjurkan untuk diteladani.
Puasa Sunnah Arafah
Bacaan Niat
نويْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى
Nawaitu sawma ‘Arafata sunnata Allahi taala.
Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala”.
Keutamaan
Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang luar biasa karena mampu menghapus dosa besar. Dalam sumber yang sama, Rasulullah SAW bersabda dari Abu Qatadah RA:
“Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.” (HR. Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).
Pernyataan ini menegaskan besarnya pahala dan manfaat puasa Arafah sebagai sarana pengampunan dosa, sehingga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Waktu Pelaksanaan Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
Berikut ini jadwal puasa sunnah di bulan Dzulhijjah tahun 2025 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 1446 H yang Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama keluarkan:
- Puasa sunnah Dzulhijjah 28 Mei – 3 Juni 2025 ( 1-7 Dzulhijjah 1446 H).
- Puasa sunnah Tarwiyah 4 Juni 2025 (8 Dzulhijjah 1446 H).
- Puasa sunnah Arafah 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah 1446 H).
