ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung kembali menorehkan prestasi dalam bidang penelitian dan inovasi teknologi tepat guna.
Melalui Program Berdikari Skema Emas (ekonomi masyarakat sejahtera) yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu, POLMAN Bandung berhasil memperoleh pendanaan untuk mengembangkan teknologi tepat guna mesin pencetak beras inovatif.
Program Berdikari dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi daerah melalui inovasi teknologi.
ADVERTISEMENT
Ketua Peneliti Dede Sujana, dosen Program Studi Manufaktur Teknologi Rekayasa(MTR), tim peneliti POLMAN akan merancang dan membangun rangkaian mesin produksi beras yang terdiri dari mesin pengupas kulit (sosoh), mesin penepung, dan mesin pencetak beras.
Seluruh sistem ditargetkan memiliki kapasitas produksi 100 kg/jam, menjadikannya solusi potensial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri pangan skala kecil.
Pengembangan mesin ini tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga pada substitusi impor alat pertanian, yang selama ini menjadi tantangan dalam pengembangan teknologi pangan nasional.
“Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang bisnis baru di tingkat lokal,” ujar Dede Sujana.
Proyek ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Mahasiswa, dosen, dan mitra industri terlibat aktif dalam proses penelitian hingga hilirisasi produk. Direktur POLMAN Bandung menegaskan,
“Pendanaan ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga solusi konkret bagi kebutuhan industri. Skema Emas mempercepat langkah kami menuju hilirisasi hasil riset.”
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






